Peringati HBA ke-63 dan HUT IAD ke-23, Kejari Gorut Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting di Desa Bualemo

IMG-20230712-WA0011.jpg

Sosialisasi pencegahan stunting di Desa Bualemo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Kabupaten Gorontalo Utara, Dinkesprov – Dalam rangka memperigati Hari Bakti Adhyaksa ke-63, dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke 23, Kejaksaan Negeri Daerah Gorontalo Utara (Gorut) menggelar sosialisasi pencegahan stunting di Desa Bualemo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (12/07/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gorontalo Utara, Donny K. Ritonga, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Kandinkes) Gorontalo Utara, Mohammad Dekson Mopili, Ketua IAD Gorontalo Utara, Ny. Nurini K. Ritonga, dan Camat Kwandang, Thamrin Monoarfa.

Dalam sambutannya Kadinkes Gorut menyampaikan bahwa Desa Bualemo memiliki tiga posyandu yang aktif dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya balita. Dalam Posyandu Teratai I, yang menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan, tercatat ada 59 balita yang aktif, yang menjadi sasaran program pencegahan stunting dan perawatan gizi.

“Dari 59 balita, ada 6 kasus stunting. Namun ini adalah kasus yang sudah berlangsung lama. Dan ditahun 2023 ini justru tidak ada kasus stunting baru yang terjadi,” tutur Dekson.

Kadinkes mengakui bahwa keberhasilan dalam pencegahan stunting di Desa Bualemo tidak lepas dari peran berbagai pihak, termasuk Adhiyaksa Dharmakarini. Organisasi perempuan dalam naungan kejaksaan negeri itu telah menjadikan Posyandu Teratai I Desa Bualemo sebagai posyandu binaan dan turut memberi dukungan dalam hal perawatan kesehatan dan pencegahan stunting.

“Mudah-mudahan kita dapat terus berkolaborasi dalam meningkatkan pemahaman dan perawatan kesehatan balita, sehingga diharapkan jumlah kasus stunting di Desa Bualemo, dan di Gorontalo Utara secara umum, dapat terus menurun.” ujar Dekson.

Turut memberi sambutan, Kajari Gorontalo Utara menekankan bahwa penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anak, karena merekalah yang akan membentuk masa depan bangsa.

“Stunting merupakan program prioritas nasional, karena anak-anak kita ini merupakan aset bangsa yang harus dipelihara dengan sebaik-baiknya. Makanya penting bagi orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak ini memperoleh nutrisi yang cukup,” kata Donny.

Meski begitu Ia menggarisbawahi bahwa faktor nutrisi bukan satu-satunya penyebab terjadinya stunting. Faktor lain seperti pola asuh dan lingkungan tempat tinggal balita pun tak boleh luput dari perhatian.

Kajari juga menuturkan bahwa bantuan yang diberikan oleh pemerintah hanyalah merupakan stimulan dalam pencegahan stunting. Peran utama dalam mencegah stunting terletak pada ibu di rumah.

“Orang tua, khususnya ibu memiliki peran kunci dalam memberikan nutrisi yang baik, merawat anak-anak dengan penuh perhatian dan juga menciptakan lingkungan yang bersih dan aman, sebab lingkungan yang tidak sehat juga bisa menjadi penyebab stunting,” jelasnya.

Selain penyuluhan kesehatan, beberapa agenda lainnya mewarnai kegiatan tersebut diantaranya penyerahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) oleh Kajari kepada bayi dan balita, penyerahan cendramata kepada bidan desa dan kader kesehatan oleh ketua IAD, serta demonstrasi pengolahan PMT berbahan lokal oleh Dinas Kesehatan.

Rilis : Andre
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 3 =

scroll to top
Bahasa »