Anang S. Otoluwa Tekankan Tiga Strategi Membangun Budaya Hidup Sehat

IMG-20260717-WA0025.jpg

Kepala Dinas Anang S. Otoluwa memberikan penguatan kepada peserta pertemuan Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, memberikan penguatan kepada peserta Pertemuan Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat, Jumat (17/07/2026), di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo.

Pertemuan ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan 89 peserta, terdiri atas 40 peserta yang mengikuti secara luring di Grand Q Hotel Kota Gorontalo dan 49 peserta yang bergabung secara daring. Peserta berasal dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota, Puskesmas serta berbagai lintas sektor terkait, meliputi Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Tim Penggerak PKK. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung tata kelola dan pembudayaan hidup sehat secara berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.

Dalam arahannya, Anang menekankan bahwa keberhasilan pembudayaan hidup sehat tidak hanya bergantung pada pengetahuan, tetapi juga pada konsistensi dalam membangun kebiasaan positif yang dilakukan setiap hari. Menurutnya, perubahan perilaku harus dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara berulang hingga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Jadi tadi saya sampaikan bahwa strategi implementasi perilaku hidup sehat itu pertama harus membiasakan apa yang kita anggap baik misalnya kalau turun ada pilihan tangga atau lift, kita biasakan pilih tangga. Begitu juga ketika ada minuman teh tawar dengan teh manis kita pilih teh tawar, kalau disuruh pilih telur rebus atau telur goreng kita pilih telur rebus, itu pembiasaan yang penting dalam rangka strategi implementasi budaya atau perilaku hidup sehat,” jelas Anang.

Selain membangun kebiasaan, Anang mengingatkan bahwa pembudayaan hidup sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama seseorang belajar dan membentuk karakter. Ia juga menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai hidup sehat sejak usia dini agar lebih mudah diterapkan hingga dewasa.

“Kemudian yang kedua dimulai sejak dalam keluarga, karena keluarga itulah nanti akan menjadi tempat yang paling baik untuk internalisasi nilai-nilai budaya hidup sehat kemudian yang ketiga harus dimulai sejak dini sejak kecil. Saya cerita tadi soal Lamine Yamal jadi hobi main bola itu karena sejak kecil sudah difoto model dengan Messi, begitu juga kita ketika mendapatkan informasi membiasakan sesuatu sejak kecil itu akan lebih mudah diterima dibanding ketika kita sudah dewasa atau sudah tua. Jadi itu tiga kunci untuk strategi implementasi hidup sehat,” kata Anang.

Melalui pertemuan ini, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo berharap terbangun komitmen dan kolaborasi yang semakin kuat antara sektor kesehatan dan lintas sektor dalam membudayakan perilaku hidup sehat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung masyarakat untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat sejak dini, dimulai dari keluarga hingga menjadi budaya yang mengakar di seluruh lapisan masyarakat.

Rilis : ILB
Foto : Dandels
Videografer : AIS/Andi
Video Editor : Reza
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen + five =

scroll to top
Bahasa »