Dinkes P2KB dan TP PKK Provinsi Gorontalo Perkuat Mitigasi Keracunan Pangan Jelang PENAS XVII

IMG-20260618-WA0001.jpg

Koordinasi upaya mitigasi dan pencegahan keracunan pangan jelang PENAS Petani dan Nelayan XVII.

Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo terus memperkuat upaya mitigasi dan pencegahan keracunan pangan menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo selaku penanggung jawab bidang konsumsi, guna memastikan keamanan pangan bagi seluruh peserta dan tamu yang hadir pada ajang nasional tersebut.

Koordinasi tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, bersama Tim Gizi dan Keamanan Pangan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo yang dikoordinasikan oleh Nutrisionis Ahli Madya Yustiyanty Monoarfa, Rabu (17/06/2026), di Kompleks Wisma Atlet GOR David Tony, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Gorontalo Sulastri Sofian Ibrahim dan beberapa anggota DWP.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari persiapan sektor kesehatan dalam mendukung kelancaran PENAS XVII. Melalui koordinasi lintas sektor, seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan konsumsi diberikan pemahaman mengenai standar keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga penyajian makanan kepada peserta.

Nutrisionis Ahli Madya, Yustiyanty Monoarfa, mengatakan bahwa aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama mengingat ribuan peserta dari berbagai daerah akan mengikuti rangkaian kegiatan PENAS XVII.

“Keamanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan PENAS XVII. Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi prinsip higiene dan sanitasi pangan sehingga aman dikonsumsi oleh peserta, panitia maupun tamu yang hadir,” ujar Yustiyanty.

Menurutnya, potensi kejadian keracunan pangan dapat diminimalkan apabila seluruh pihak menerapkan prosedur keamanan pangan secara konsisten. Oleh karena itu, Dinkes P2KB bersama TP PKK Provinsi Gorontalo akan terus melakukan pendampingan, edukasi serta pengawasan terhadap penyelenggara konsumsi selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengedepankan langkah preventif melalui edukasi dan pengawasan. Tim kesehatan akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap pengolahan dan penyajian makanan, termasuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan dan kualitas yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Selain sebagai langkah mitigasi risiko keracunan pangan, koordinasi tersebut juga bertujuan memperkuat kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan konsumsi makanan. Dengan demikian, penyelenggaraan PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo diharapkan dapat berlangsung aman, sehat, nyaman dan berkualitas.

Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo mengimbau seluruh penyedia konsumsi, petugas katering dan pelaku usaha pangan yang terlibat dalam kegiatan PENAS XVII untuk selalu menerapkan prinsip keamanan pangan, menjaga kebersihan lingkungan pengolahan makanan, serta memperhatikan kualitas bahan pangan yang digunakan. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan masyarakat dan mendukung kesuksesan penyelenggaraan PENAS XVII Tahun 2026 di Gorontalo.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + 5 =

scroll to top
Bahasa »