Penguatan Posyandu 6 SPM Jadi Strategi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Gorontalo

IMG-20260422-WA0004.jpg

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa saat diwawancarai awak media.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan bahwa salah satu langkah strategis dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting adalah melalui penguatan Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pendekatan ini menjadi bentuk konvergensi lintas sektor dari enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki program terkait percepatan penurunan stunting.

“Sekarang lagi kita galakkan di lapangan adalah penguatan posyandu 6 SPM. Itu bentuk konvergensi dari 6 OPD yang punya program dan kegiatan untuk percepatan penurunan stunting. Sekarang dikoordinasikan di tingkat desa, di level posyandu supaya masalah-masalah penyebab stunting bisa dicegah. Kita ini 6 SPM atau 6 OPD betul-betul bekerja di level posyandu dan itu yang diharapkan betul-betul menjangkau atau memberikan dampak langsung pada keluarga beresiko stunting” kata Anang.

Ia menjelaskan bahwa sasaran utama intervensi adalah keluarga berisiko stunting, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan fase krusial dalam tumbuh kembang anak. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat prevalensi stunting di Provinsi Gorontalo masih berada pada angka 23,8 persen, masih tinggi dibanding capaian nasional.

“Yang jadi sasaran kita keluarga beresiko stunting yaitu yang 1000 hari pertama kehidupan ada ibu hamil, ibu menyusui dan baduta atau bawa dua tahun” ujarnya.

Lebih lanjut, Anang menekankan pentingnya peran serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa dan pers, dalam mendukung upaya edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting.

“Oleh sebab itu kita mengundang semua stakeholders ini agar mengingatkan kembali bahwa kita sudah punya peran masing-masing antara lain pers, mensosialisasikan informasi kepada masyarakat yang tujuannya agar mereka betul-betul bisa berdaya atau mandiri untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh tingkat keluarga” pungkas Anang.

Dengan penguatan sinergi lintas sektor dan optimalisasi peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Gorontalo dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh langsung kelompok sasaran.

Rilis: ILB
Foto/Videografer: Dandels/ILB
Video Editor: Reza
Editor: MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − 6 =

scroll to top
Bahasa »