Koordinasi Dinkes P2KB Provinsi dan Poltekkes Gorontalo Perkuat Integrasi Pengembangan SDM Kesehatan di LMS Plataran Sehat

IMG-20260403-WA0000.jpg

Koordinasi Dinkes P2KB Provinsi dengan Poltekkes Kemenkes Gorontalo terkait kerjasama pelaksanaan registrasi pelatihan, workshop, webinar dan seminar terdaftar di Plataran Sehat LMS.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo terus memperkuat sinergi lintas institusi melalui pertemuan koordinasi bersama Poltekkes Kemenkes Gorontalo dalam rangka integrasi pelaksanaan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia Kesehatan ke dalam platform Learning Management System (LMS) Plataran Sehat, Kamis (02/04/2026) di ruang kerja Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh kegiatan pengembangan kompetensi seperti pelatihan, workshop, webinar, dan seminar dapat terdokumentasi secara sistematis, terstandar, dan terintegrasi dalam sistem nasional.

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo yang diwakili Nutrisionis Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Kerja Percepatan Penurunan Stunting, Yustiyanty Monoarfa, hadir bersama Ketua Tim Kerja Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), Indah F. Datau dan jajaran. Sementara itu, pihak Poltekkes dihadiri langsung oleh Direktur Masrif, para Wakil Direktur, serta Unit Pengembangan Kompetensi SDM Kesehatan.

Dalam suasana kolaboratif, kedua pihak membahas mekanisme kerja sama agar seluruh kegiatan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan yang diselenggarakan oleh Dinkes P2KB Provinsi dapat tercatat secara resmi dalam LMS Plataran Sehat. Hal ini dinilai penting mengingat Poltekkes memiliki Unit Pengembangan Kompetensi SDM Kesehatan yang telah terakreditasi, sehingga mampu menjamin mutu serta legalitas pencatatan kegiatan.

Selain itu, integrasi ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam pemenuhan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dan penilaian kinerja berkelanjutan.

“Melalui integrasi dengan LMS Plataran Sehat, kami ingin memastikan bahwa setiap proses peningkatan kapasitas tenaga kesehatan tidak hanya berjalan, tetapi juga terdokumentasi dengan baik dan diakui secara resmi. Ini penting untuk mendukung pengembangan kompetensi ASN yang berkelanjutan sekaligus memperkuat akuntabilitas program,” ujar Yustiyanty Monoarfa.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi ini juga menjadi bagian dari strategi mendukung percepatan penurunan stunting melalui penguatan kapasitas SDM kesehatan di daerah.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga menyepakati pentingnya penyelarasan kurikulum, narasumber, serta sistem evaluasi pelatihan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Direktur Masrif menyampaikan komitmen institusinya untuk mendukung penuh integrasi tersebut.

“Poltekkes Kemenkes Gorontalo siap menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan pelatihan tenaga kesehatan yang berkualitas. Dengan sistem LMS yang terintegrasi, kami dapat memastikan setiap kegiatan memiliki standar yang jelas, terukur, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi SDM kesehatan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan LMS Plataran Sehat akan mempermudah proses monitoring dan evaluasi kegiatan secara lebih transparan dan akuntabel.

Melalui koordinasi ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan kesehatan semakin kuat, sehingga mampu menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten, berdaya saing, serta berkontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo.

Rilis : ILB/Indah
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × one =

scroll to top
Bahasa »