Workshop PERSI Gorontalo, Anang Minta RS Tingkatkan Kompetensi dan Tata Kelola Hadapi Implementasi iDRG

IMG-20260402-WA0011.jpg

Sambutan Kepala Dinas Anang S. Otoluwa pada Workshop Sinergi dan Kolaborasi oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Wilayah Gorontalo.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, memberikan sambutan pada kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia Wilayah Gorontalo dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Mewujudkan Rumah Sakit Berbasis Kompetensi dan Konsep iDRG yang Berkelanjutan di Provinsi Gorontalo”. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Q Gorontalo, Kamis (02/04/2026).

Dalam sambutannya, Anang menekankan pentingnya transformasi sistem pembiayaan layanan kesehatan yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis pada kebutuhan riil pelayanan rumah sakit. Ia menyebut, penerapan sistem Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas layanan kesehatan di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo.

iDRG sendiri merupakan sistem pengelompokan kasus pasien berdasarkan diagnosis, tindakan medis, serta komorbiditas yang bertujuan untuk menghasilkan perhitungan tarif klaim layanan yang lebih akurat dan adil dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan. Sistem ini dirancang lebih komprehensif dengan 27 Major Diagnostic Categories (MDC), sehingga mampu mencerminkan biaya riil pelayanan rumah sakit.

Anang menegaskan bahwa kesiapan rumah sakit dalam mengadopsi iDRG sangat bergantung pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan tata kelola klinis, serta integrasi sistem informasi kesehatan.

“Implementasi iDRG bukan sekadar perubahan sistem tarif, tetapi merupakan transformasi menyeluruh dalam manajemen pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi lintas sektor, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta komitmen bersama agar sistem ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Anang.

Ia juga mengapresiasi inisiatif PERSI Wilayah Gorontalo yang telah menggelar workshop tersebut sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan menghadapi kebijakan baru di bidang pembiayaan kesehatan.

“Melalui workshop ini, kami berharap seluruh rumah sakit di Gorontalo dapat meningkatkan kesiapan dalam implementasi iDRG, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih berkualitas, efisien, dan berkeadilan,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota PERSI, tenaga medis, serta pemangku kepentingan sektor kesehatan di Provinsi Gorontalo, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendorong sistem layanan kesehatan yang adaptif dan berkelanjutan.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + 4 =

scroll to top
Bahasa »