Dorong Gerakan 100 Hari Penyelamatan Ibu Hamil, Anang Otoluwa : Promosi Kesehatan Jadi Kunci Utama

IMG-20260313-WA0037.jpg

Kepala Dinas Anang S. Otoluwa memberikan arahan pada Pertemuan Fasilitasi Percepatan Kinerja Tim Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas untuk Pemberdayaan Ibu Hamil dan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI).

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo terus memperkuat upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui penguatan promosi kesehatan berbasis komunitas. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, saat memberikan arahan pada Pertemuan Fasilitasi Percepatan Kinerja Tim Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas untuk Pemberdayaan Ibu Hamil dan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Jumat (13/03/2026) di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo.

Dalam arahannya, Anang menekankan bahwa promosi kesehatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil dan keluarga terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan serta kesiapsiagaan menghadapi risiko kehamilan.

Ia menyampaikan bahwa situasi kematian ibu di Provinsi Gorontalo saat ini memerlukan respons cepat dan kolaborasi seluruh pihak, terutama tenaga promosi kesehatan di tingkat kabupaten/kota hingga desa. Berdasarkan data hingga awal Maret 2026, tercatat telah terjadi 10 kasus kematian ibu di Gorontalo, yang hampir mencapai setengah dari target maksimal kematian ibu tahun ini.

Menurut Anang, kondisi tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh tenaga kesehatan untuk memperkuat intervensi di hulu melalui edukasi masyarakat, deteksi dini risiko kehamilan, serta penguatan peran keluarga dalam menjaga keselamatan ibu hamil.

“Melalui gerakan 100 hari penyelamatan ibu hamil, kita ingin memastikan tidak ada lagi ibu yang kehilangan nyawa karena keterlambatan mengenali tanda bahaya, terlambat mengambil keputusan, atau terlambat mendapatkan pelayanan. Setiap kematian ibu seharusnya bisa dicegah jika kita bergerak lebih cepat, lebih terkoordinasi, dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Anang.

Ia menjelaskan bahwa gerakan 100 hari tersebut difokuskan pada berbagai kegiatan promosi kesehatan di masyarakat, mulai dari pendataan dan pemetaan ibu hamil, edukasi tanda bahaya kehamilan, penguatan kelas ibu hamil, kampanye persalinan aman, hingga kunjungan rumah bagi ibu hamil risiko tinggi.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Syafiin S. Napu. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh para pengelola program promosi kesehatan serta program kesehatan kerja dan olahraga dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. Selain itu, kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh tim promosi kesehatan di kabupaten/kota dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta mendorong partisipasi keluarga dan komunitas dalam menjaga keselamatan ibu selama masa kehamilan hingga persalinan.

Anang menegaskan bahwa tenaga promosi kesehatan harus menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat agar setiap ibu hamil mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Tenaga promosi kesehatan harus mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Edukasi harus sampai ke keluarga, sehingga setiap ibu hamil memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin dan persalinan di fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

Rilis : ILB
Foto : Yona
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 4 =

scroll to top
Bahasa »