Godigi RS Ainun 100%

WhatsApp-Image-2026-02-05-at-08.42.23.jpeg

Oleh: Anang S. Otoluwa

SUBUH tadi saya dikejutkan oleh sebuah pesan singkat. Sebuah foto dikirimkan Pak Yamin. Capaian Godigi atau penyebarluasan berita RS Ainun mencapai 100%. Setahu saya, ini pertama kali terjadi.

Capaian ini bukan muncul tiba-tiba. Ia lahir dari kegelisahan yang jujur dan keberanian untuk meresponsnya dengan tindakan nyata.

Pada Selasa (3/2) kemarin, saat serah terima jabatan di RS Ainun, saya mendengar langsung keluhan Direktur. Dua hal yang disampaikan dengan nada keprihatinan: pertama, sebaran Godigi rumah sakit yang selalu berada di level bawah; kedua, infak untuk Masjid Raya GIC yang minim, padahal jumlah pegawainya 401 orang.

Penyampaian Direktur di hadapan saya, saya baca sebagai permohonan dukungan.
Karena itu, saya berharap Pak Yamin bisa meresponnya dengan baik. Dialah arsitek yang membuat capaian Godigi Dinkes bisa100%. Dia pula yang serius memotivasi staf, sehingga Infak kami pernah menyentuh 18 juta per minggu.

Dan harapan itu tidak bertepuk sebelah tangan. Kemarin (4/2/2026), ketika Godigi RS Ainun hanya memcapai 96,7%, laporan Plt. Kadis Kominfo itu saya teruskan ke Pak Yamin. Di bawahnya saya tulis pesan: “Buat Godigi RS Ainun 100%”.

Pak Yamin bereaksi dengan cepat. Entah apa yang dilakukannya sebagai Kasubag Umum dan Kepegawaian di RS Ainun yang baru. Tidak banyak alasan. Tidak ada keluhan. Hasilnya kita lihat bersama: Godigi 100%.

Peristiwa kecil ini menyimpan pesan besar bagi kita semua. Pertama, prestasi tidak selalu menunggu fasilitas sempurna. Ia menunggu kesungguhan. Ketika ada kemauan, koordinasi, dan rasa memiliki, hasil maksimal bisa dicapai, bahkan dalam waktu singkat.

Kedua, perpindahan jabatan atau tempat kerja bukan sekadar rotasi administrasi. Ia adalah kesempatan. Kesempatan menunjukkan bahwa di mana pun kita ditempatkan, kita bisa meninggalkan jejak prestasi. Seperti yang selalu saya tekankan: jadikan perpindahan tempat kerja untuk menunjukkan karya dan prestasi di tempat lain. Ketiga, kepemimpinan yang responsif itu menular. Ketika pimpinan bergerak cepat, staf akan tergerak. Ketika satu unit menunjukkan capaian maksimal, unit lain pun tertantang untuk tidak tertinggal.

Hari ini, Godigi mencapai 100%. Besok, saya berharap semangat yang sama menular ke hal lain. Ke infak Masjid Raya GIC, dan capaian berbagai indikator kinerja RS yang perlu ditingkatkan.

Bayangkan jika 401 pegawai bergerak dengan kesadaran yang sama.
Bayangkan jika setiap unit kerja berlomba bukan untuk mencari pujian, tetapi untuk memberi manfaat. Dalam hati saya berucap “sesuatu akan memberi hasil maksimal bila dilakukan bersama-sama”.

Selamat kepada Pak Yamin atas respons dan kepemimpinannya. Terima kasih kepada Pak Direktur RS Ainun atas kejujuran menyampaikan kegelisahan. Dan kepada seluruh staf mari jadikan kisah kecil ini sebagai cermin dan pemantik.

Prestasi itu menular, asal kita mau memulainya.(*)

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 4 =

scroll to top
Bahasa »