RSUD Hasri Ainun Habibie Dipersiapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama Penyakit Dalam

IMG-20260203-WA0021.jpg

Pertemuan membahas kesiapan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie untuk menjadi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam.

Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar pertemuan bersama Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Provinsi Gorontalo, serta jajaran manajemen RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, Selasa (03/02/2026) di Aula Kantor RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Pertemuan ini membahas kesiapan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie untuk menjadi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Program Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat persiapan awal yang telah dilaksanakan pada Januari 2026 lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pembahasan terkait kesiapan rumah sakit, baik dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun tata kelola pendidikan klinik sesuai standar rumah sakit pendidikan.

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyampaikan bahwa terdapat tiga langkah awal yang menjadi prioritas utama dalam percepatan pembentukan RSPPU Penyakit Dalam. Pertama, pembentukan Tim Percepatan Pelaksanaan RSPPU Penyakit Dalam yang melibatkan lintas sektor terkait. Kedua, penyusunan timeline serta tahapan pelaksanaan yang terstruktur dan terukur. Ketiga, penyelenggaraan lokakarya dengan melibatkan seluruh unsur Fakultas Kedokteran, dalam hal ini Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai fakultas kedokteran mitra.

“Langkah awal yang paling penting adalah membentuk tim percepatan. Setelah itu kita harus memiliki timeline yang jelas dan tahapan yang realistis, serta segera melakukan lokakarya bersama Fakultas Kedokteran Unhas agar seluruh proses ini berjalan terarah dan sesuai standar,” ujar Anang.

Lebih lanjut, Anang menjelaskan bahwa berdasarkan hasil asesmen awal, RSUD dr. Hasri Ainun Habibie masih memerlukan sejumlah persiapan, terutama dari aspek kesiapan sumber daya manusia, baik dokter spesialis, dokter pendidik klinis, maupun tenaga pendukung, serta pemenuhan sarana dan prasarana sesuai standar rumah sakit pendidikan.

“Hasil asesmen menunjukkan bahwa rumah sakit ini memiliki potensi besar. Namun, masih perlu penguatan, khususnya dari sisi SDM dan sarana prasarana. Rapat ini menjadi momentum awal untuk menyatukan persepsi dan menyusun langkah strategis ke depan,” tambahnya.

Anang menegaskan bahwa pembentukan Tim Percepatan RSPPU Penyakit Dalam harus segera dilakukan sebagai tindak lanjut konkret, agar seluruh proses persiapan dapat berjalan lebih sistematis dan terkoordinasi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PAPDI Provinsi Gorontalo, Taufik Ramadhan Biya, memaparkan sejumlah hal penting yang perlu dipersiapkan dalam pembukaan program studi baru Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Hal tersebut meliputi kesiapan kurikulum, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana pendukung pendidikan, yang menjadi standar utama dalam penyelenggaraan RSPPU.

Taufik juga mendorong para anggota PAPDI di Gorontalo untuk mulai mengambil pendidikan subspesialis sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas SDM pendidik klinik di daerah. Selain penguatan SDM, ia menekankan pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana penunjang pendidikan, khususnya ketersediaan laboratorium yang lengkap dan mandiri.

“Rumah sakit pendidikan idealnya memiliki laboratorium yang memadai dan berdiri sendiri, sehingga dalam pelaksanaan pendidikan RSPPU tidak lagi bergantung pada pemeriksaan laboratorium dari luar,” ungkapnya.

Pertemuan yang berlangsung di Aula RSUD dr. Hasri Ainun Habibie ini diharapkan menjadi tonggak awal pengembangan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie sebagai rumah sakit pendidikan utama. Ke depan, rumah sakit ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wahana pendidikan dokter spesialis penyakit dalam, tetapi juga sebagai pusat layanan rujukan unggulan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Provinsi Gorontalo.

Rilis : Indah/ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 1 =

scroll to top
Bahasa »