GEMAR CETING, Upaya Penurunan dan Pencegahan Stunting Terintegrasi Bersumber Dana APBDes (Dana Desa & ADD)

WhatsApp-Image-2019-02-18-at-10.09.01-e1550718974992.jpeg

Suryanto Soleman, S ST staf Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo

(Sebuah Inovasi Brilian Dari Bumi Tapal Batas Gorontalo, Kecamatan Tolinggula)

Pendampingan oleh Tenaga Profesional Ahli Gizi Sebagai Fasilitator Edukasi Kesehatan dan Gizi Keluarga

Oleh : Suryanto Soleman, SST Staf Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo

Stunting adalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi khususnya protein dan sumber energi dalam waktu lama ditambah dengan terganggunya metabolism tubuh yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya pendidikan pengasuh, penggunaan air yang tidak bersih, lingkungan yang tidak sehat, terbatasnya akses terhadap pangan dan kemiskinan. Stunting terkait erat dengan gangguan perkembangan kognitif dan produktifitas. Pada usia dewasa, anak yang stunting seringkali mengalami keterbatasan fisik, mudah terserang penyakit menular dan tidak menular dan rendahnya kemampuan kognitif yang menyebabkan hilangnya kemampuan kerja.

Kejadian stunting dapat dimulai ketika anak masih dalam kandungan dan terutama sampai anak berusia 2 tahun. Sangat penting untuk dipahami bahwa kerusakan fisik dan kognitif akibat anak stunting tidak dapat diperbaiki setelah usia anak 2 tahun. Oleh karena itu, perilaku hidup sehat dari ibu hamil sampai anak usia 2 tahun merupakan periode penting untuk pencegahan stunting pada anak-anak.

Di Provinsi Gorontalo kecenderungan presentase status gizi balita berdasarkan indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) Tahun 2017 dengan kategori Sangat Pendek sebanyak 11,2 % dan Pendek sebanyak 20,5 %.

Selanjutnya diKabupaten Gorontalo Utara dalam tahun yang sama pada golongan umur 0-23 bulan sebanyak 22,2 % dan golongan umur 0-59 bulan sebanyak 27,4 %. Di Wilayah Puskesmas Tolinggula berdasarkan berdasarkan hasil pemantauan pertumbuhan terdapat balita Stunting sebesar 22, 8 % berdasarkan laporan program Gizi bulan Mei tahun 2018.

Terdapat bukti-bukti ilmiah yang kuat tentang intervensi yang cost effective untuk pencegahan stunting. Intervensi tersebut adalah intervensi spesifik atau intervensi langsung dan intervensi sensitif atau intervensi tidak langsung. Intervensi spesifik dilakukan melalui peningkatan asupan gizi melalui perbaikan konsumsi makanan baik kuantitas dan kualitas. (Lancet 2008; 2013) jumlah dan komposisi asupan zat gizi harus sesuai dengan kebutuhan untuk tumbuh kembang optimal dan harus menjaga kebersihan dan keamanan terutama makanan untuk bayi berumur 0-6 bulan ( ASI Eksklusif) dan usia 6-23 bulan (makanan pendamping ASI), dan makanan bergizi seimbang untuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Selanjutnya Intervensi sensitif merupakan intervensi tidak langsung yang sangat berpengaruh untuk mencegah stunting yaitu upaya peningkatan akses dan kualitas air bersih dan sanitasi, termasuk fasilitasi kebiasaan hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan pakai sabun dan buang air besar di jamban. Termasuk intervensi sensitif antara lain pemberdayaan perempuan, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, keluarga berencana dan peningkatan pendapatan keluarga, jaminan kesehatan dan jaminan soial.

Bertolak dari hal tersebut diatas, maka Pemerintah Kecamatan Tolinggula yang dinakhodai oleh Bapak Rizal Yusuf Sune, SKM berinisiatif melakukan upaya penurunan dan pencegahan stunting terintegrasi dalam bentuk Gerakan Masyarakat Sadar Cegah Stunting (GEMAR CETING), meskipun wilayah Kabupaten Gorontalo Utara tidak termasuk dalam Wilayah Lokus Penanganan Stunting yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Kegiatan Gemar Ceting Berdesa Cegah Stunting melalui peran desa di Kecamatan Tolinggula yang di hadiri oleh Bupati Gorontalo Utara, Dr. H. Indra Yasin

Gerakan Masyarakat Sadar Cegah Stunting (GEMAR CETING) yang dicanangkan oleh Bupati Gorontalo Utara Dr. H. Indra Yasin, SH, MSi pada hari Sabtu tanggal 25 Agustus 2018 dan OPD terkait lainnya serta dari Unsur Dinas Kesehatan Provinsi diwakili oleh Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Gizi Bapak H. Syafiin Napu, SKM, M.Kes. GEMAR CETING tersebut merupakan gerakan masyarakat yang dilakukan secara bersama dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam  upaya pencegahan stunting dengan sasaran seluruh masyarakat utamanya remaja putri, ibu hamil, ibu melahirkan dan menyusui, bayi dan anak balita serta kelompok potensial lainnya dengan mengintegrasikan seluruh intervensi spesifik dan intervensi sensitive.

Bupati Kabupaten Gorontalo Utara, Dr. H. Indra Yasin saat mencanangkan Gemar Ceting di Kecamatan Tolinggula (25/08/2018)

Sebagai langkah awal pelaksanaan GEMAR CETING ini adalah memaksimalkan kembali Inovasi RADAR ASIK (Gerakan Sadar ASI Ekslusif) dimana sudah terbentuk Kelompok Pendukung ASI di Kecamatan Tolinggula yang telah berjalan sejak tahun 2015 melalui kegiatan sosialsiasi kemasyarakat sekaligus monitoring dan evaluasi, yang upaya ini berhasil mengantarkan Kecamatan Tolinggula beroleh penghargaan dari Kementrian Kesehatan RI.

Selanjutnya pada tanggal 7 Pebruari 2019 kembali dilakasanakan Lokakarya BERDESA CEGAH STUNTING yang bertujuan untuk menyelaraskan dan meningkatkan peran pemerintah dan masyarakat desa dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting terintegrasi melalui Program Pelayanan Sosial Dasar, Padat Karya Tunai (PKT) dan Pemberdayaan Masyarakat lainnya menuju terwujudnya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi rumah tangga yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan tujuan pemberdayaan masyarakat desa sebagaimana telah diatur dalam Permendes Nomor 16 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019. Hadir sebagai Narasumber pada Lokakarya tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Triyanto Bialangi, M.Kes yang diwakili oleh Suryanto Soleman, S.ST (Staf Bidang Kesmas sekaligus Ketua DPD PERSAGI Provinsi Gorontalo) dengan pesertanya berasal dari Unsur Pemerintah Desa yaitu Kepala Desa dan Perangkatnya, BPD, Lembaga Kemasayrakatan Desa dan TP.PKK dibawah koordinasi Pemerintah Kecamatan Tolinggula dan Puskesmas Tolinggula yang dibuka langsung oleh Bupati Gorontalo Utara Bapak Dr. H. Indra Yasin, SH, MSi dan turut dihadiri oleh jajaran OPD terkait tingkat Kabupaten Gorontalo Utara.

Salah satu kegiatan Gemar Ceting

Sebagai implementasi hasil lokakarya sekaligus memperhatikan sambutan dan arahan Bupati Gorontalo Utara maka pada tanggal 14 Pebruari 2019 seluruh desa seKecamatan Tolinggula melakukan identifikasi kegiatan GEMAR CETING dalam kerangka BERDESA BEGAH STUNTING untuk menyusun pengalokasian anggaran kegiatan dalam APBDes 2019 yang meliputi : Pembentukan Kelompok Peduli Ibu, Pemberian Makanan Tambahan, Revitalisasi Posyandu termasuk Pemberian Insentif Bagi kader Posyandu, Bantuan Bibit Tanaman Hortikultura untuk pemenuhan gizi keluarga serta Bantuan Ternak Ayam untuk Ibu Hamil dan Dasa Wisma. Selain itu dalam bidang Pembangunan Desa juga dialokasikan Pembangunan Sarana dan Prasarana UKBM seperti Posyandu dan Poskesdes yang semuanya bersumber dari Dana Desa. Sesuai dengan laporan Kepala Puskesmas Tolinggula Dakhri Zakaria, SKM pembiayaan semua kegiatan ini bersumber dari Dana Desa Tahun 2019 dan masing-masing desa telah mengalokasikan anggaran lebih dari 100 Juta setiap desa. Satu hal yang Paling Menarik  dan Pertama diProvinsi Gorontalo dalam inovasi GEMAR CETIN ini bahwa untuk memaksimalkan upaya kemandirian masyarakat maka ada 8 (delapan) desa diwilayah Kecamatan Tolinggula yang mengalokasikan Anggaran untuk kegiatan Pendampingan oleh Tenaga Profesional Ahli Gizi Sebagai Fasilitator Edukasi Kesehatan dan Gizi Keluarga di Desa yang dibiayai dengan Dana Desa Tahun 2019.

Tujuan Pendampingan oleh Tenaga Profesional Ahli Gizi Sebagai Fasilitator Edukasi Kesehatan dan Gizi Keluarga di Desa adalah untuk meningkatkan kemandirian keluarga untuk mengakses pelayanan kesehatan guna meningkatnya angka partisipasi keluarga dalam penanggulangan dan pencegahan stunting dengan pendekatan kemandirian keluarga melalui 4 (empat) perubahan perilaku keluarga secara mandiri dalam mengidentifikasi dan mencegah kejadian stunting yaitu : pola asuh anak, pemanfaatan pelayanan kesehatan, penyediaan makanan yang bergizi dan penyediaan sarana air bersih dan sanitasi ditingkat rumah tangga. Program Pendampingan oleh Tenaga Profesional Ahli Gizi Sebagai Fasilitator Edukasi Kesehatan dan Gizi Keluarga ini akan dilaksanakan selama 9 Bulan terhitung mulai Bulan Maret 2019 berlokasi di 8 (delapan) desa di Kecamatan Tolinggula dimana perekrutan dan penempatannya pihak Pemerintah Kecamatan Tolinggula dakan bekerjasama dengan Puskesmas Tolinggula, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara dan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo serta melibatkan DPD Persatuan Ahli Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Provinsi Gorontalo dalam hal penyediaan SDM Tenaga Ahli Gizi (Nutrisionist), demikian pungkas Camat Tolinggula Rizal Yusuf Kune, SKM yang didampingi oleh Ketua TP.PKK Kecamatan Tolinggula Ny. Prahastuti Maku, SKM

#GEMAR CETING…….Gerakan Masyarakat Sadar Cegah Stunting
#CEGAH STUNTING PENTING………Untuk Generasi Tolinggula Berkualitas
#TOLINGGULA GEMAR CETING……Jangan Ada Stunting di Bumi Tolinggula #GORONTALO UTARA…..Unggul dan Terdepan Cegah Stunting….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × five =

scroll to top
X