Inovasi GEMAR (Gerakan Edukasi dan Monitoring Antropometri Rutin) mendukung MBG

IMG-20250609-WA0003.jpg

Edukasi makanan bergizi bagi anak sekolah di Kota Gorontalo.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo meluncurkan inovasi GEMAR (Gerakan Edukasi dan Monitoring Antropometri Rutin) sebagai upaya memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi yang di gagas oleh Nutrisionis, Yustiyanty Monoarfa ini dirancang untuk mengatasi tingginya angka gizi lebih, obesitas, dan gizi kurang di kalangan anak usia sekolah di Gorontalo, yang prevalensinya melampaui rata-rata nasional.

Program GEMAR ini juga merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Secara spesifik, inovasi ini hadir untuk mendukung program kesehatan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam upaya perbaikan gizi masyarakat, memastikan generasi muda Gorontalo tumbuh sehat dan cerdas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa menjelaskan, GEMAR menerapkan layanan gizi keliling berbasis sekolah, yang meliputi skrining status gizi, edukasi interaktif dengan pendekatan gamifikasi, serta pelatihan guru sebagai pendamping gizi.

“Dalam enam bulan pertama, program ini menyasar 10 sekolah, menjangkau 1.000 siswa, dan melatih 20 guru” jelas Anang dalam keterangannya, Senin (09/06/2025).

Model ini mengintegrasikan kegiatan promotif dan preventif langsung ke lingkungan belajar anak. Tim dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas menjalankan kunjungan rutin ke sekolah dengan alat ukur gizi dan media edukasi sederhana namun efektif.

“Efektivitas inovasi ini ditunjukkan melalui peningkatan pemahaman gizi (>70% peningkatan skor pre-post test), cakupan pemantauan gizi yang kini rutin dilakukan, serta keterlibatan aktif guru dan orang tua dalam mendampingi anak” ungkapnya.

GEMAR juga diakui mendukung berbagai agenda pembangunan nasional dan daerah, termasuk RPJMN 2025–2029, Asta Cita Presiden, dan percepatan penurunan stunting. Inovasi ini mulai direplikasi di tiga kabupaten/kota dan diintegrasikan dalam kebijakan daerah melalui kerja sama lintas sektor.

Dengan biaya terjangkau (Rp2–3 juta per kunjungan sekolah) dan memanfaatkan sumber daya lokal, GEMAR menunjukkan bahwa pendekatan sederhana bisa memberi dampak signifikan dalam memperbaiki status gizi dan kualitas hidup anak Indonesia.

Rilis : Yustiyanty Monoarfa
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × two =

scroll to top
Bahasa »