Kadinkes Anang Otoluwa : Bangun Kepercayaan Kunci Penanganan TBC

IMG-20250526-WA0015.jpg

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. otoluwa memberikan sambutan dan arahan.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyoroti pentingnya membangun kepercayaan masyarakat dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, khususnya bagi penderita Tuberkulosis (TBC). Hal itu disampaikan saat memberikan arahan pada Workshop Konseling dan Pendampingan Pasien Tuberkulosis (TBC) Resisten Obat bagi Tenaga Kesehatan, Senin (26/05/2025) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo. Menurut Anang, kepercayaan adalah kunci utama untuk memastikan keberhasilan program pengobatan TBC di tengah masyarakat.

Membangun kepercayaan masyarakat bukanlah hal yang instan, ia membutuhkan dedikasi dan pendekatan yang personal. Anang menekankan bahwa untuk menumbuhkan kepercayaan tersebut, setiap tenaga kesehatan harus mampu memberikan perhatian lebih kepada pasien. Ini bukan hanya tentang memberikan resep atau tindakan medis, melainkan tentang membangun hubungan yang didasari oleh rasa empati dan kepedulian.

“Seperti mudah dihubungi dan selalu menghubungi pasien TBC untuk mengetahui kondisinya,” ungkap Anang.

Ketersediaan tenaga kesehatan untuk dihubungi menunjukkan komitmen mereka, sementara inisiatif untuk secara proaktif menghubungi pasien menunjukkan bahwa pasien tidak sendirian dalam perjuangan melawan penyakitnya. Ini menciptakan rasa aman dan didukung, yang sangat penting bagi pasien TBC yang seringkali menghadapi stigma dan tantangan sosial.

Anang mencontohkan praktik baik yang telah dilakukan oleh salah seorang Tenaga Kesehatan Uyon Laloda, Pengelola Program TBC di Puskesmas Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara. Aba Uyon, sapaan akrabnya secara aktif berkomunikasi dan memantau kondisi pasiennya. Pendekatan proaktif ini tidak hanya membantu memastikan pasien patuh terhadap pengobatan, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat antara pasien dan tenaga kesehatan. Ketika pasien merasa dihargai dan diperhatikan, mereka cenderung lebih terbuka, jujur tentang kondisi mereka, dan lebih termotivasi untuk menyelesaikan pengobatan.

Dengan pendekatan yang personal dan penuh perhatian ini, Anang berharap masyarakat akan menjadi lebih peduli dengan kondisi kesehatan mereka sendiri. Ketika kepercayaan sudah terbangun, pasien akan lebih termotivasi untuk aktif berpartisipasi dalam proses pengobatan, melaporkan gejala yang muncul, dan mengikuti setiap anjuran medis.

“Dengan demikian, masyarakat akan lebih peduli dengan kondisinya sehingga dalam pelaksanaan pengobatan TBC diharapkan akan tuntas,” pungkas Anang.

Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan TBC secara tuntas. Kepatuhan yang tinggi sangat krusial dalam pengobatan TBC untuk mencegah resistensi obat dan memastikan kesembuhan total. Pada akhirnya, peningkatan kepatuhan akan berkontribusi pada peningkatan angka kesembuhan dan penekanan laju penularan TBC di Gorontalo.

Membangun kepercayaan adalah investasi jangka panjang dalam sistem kesehatan. Ketika masyarakat percaya pada pelayanan yang diberikan, mereka akan lebih bersedia untuk mencari bantuan, mengikuti program kesehatan, dan menjadi mitra aktif dalam menjaga kesehatan diri dan komunitas.

Rilis : MD/ILB
Foto : Aripin
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + 7 =

scroll to top
Bahasa »