300 Dokter Anggota IDI Gorontalo Menjadi Orang Tua Asuh Keluarga Berisiko Stunting

WhatsApp-Image-2025-06-15-at-16.10.40-1.jpeg

Dokter Anggota IDI Wilayah Gorontalo yang menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Kabupaten Boalemo, Dinkesprov – Upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Gorontalo mendapatkan dukungan signifikan dari para dokter. Sebanyak 300 dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo kini menjadi orang tua asuh bagi keluarga-keluarga berisiko stunting.

Inisiatif mulia ini diungkapkan oleh Ketua IDI Wilayah Gorontalo, A. R. Mohamad saat memberikan sambutan dalam kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan dalam rangka Hari Bakti Dokter ke-117. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan intensifikasi dan integrasi pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di wilayah khusus, Minggu (1506/2025) 2025 di Kecamatan Wonosari.

Mewakili Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Kepala Dinas Kesehatan, Anang S. Otoluwa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan kepedulian para dokter.

Lebih lanjut, Anang menjelaskan untuk menyediakan ruang berkontribusi dan beraksi bagi seluruh elemen masyarakat, baik dari unsur BUMN, BUMD, Individu/Perorangan, LSM/ komunitas, Swasta, Perguruan Tinggi/Akademisi maupun Media, untuk bergotong royong dalam pencegahan stunting maka Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melakukan kegiatan akselerasi melalui GENTING (Gerakan orang tua asuh cegah stunting). Melalui program ini seluruh elemen masyarakat secara sukarela dapat berperan serta dalam upaya pencegahan stunting.

“Ini sejalan dengan PROGRAM Genting yang diinisiasi oleh BKKBN dan kami sangat menghargai komitmen para dokter IDI Gorontalo dalam membantu percepatan penurunan dan pencegahan stunting, terutama pada keluarga yang memang memiliki risiko tinggi,” ujar Anang.

Di Provinsi Gorontalo Orang tua asuh yang telah turut serta dalam program GENTING sejumlah 4.180 orang tua asuh dari unsur BUMN, BUMD, LSOM dan perorangan, dengan jumlah keluarga risiko stunting yang di intervensi sejumlah 5.164 keluarga atau 73,45% (dari target 7.031 KRS) .

Program orang tua asuh ini diharapkan dapat memberikan pendampingan, edukasi, serta bantuan yang diperlukan bagi keluarga-keluga tersebut. Dengan adanya peran aktif dari para dokter, diharapkan kasus stunting di Gorontalo dapat terus ditekan, demi mewujudkan generasi penerus yang lebih sehat dan berkualitas.

“Menjadi orang tua asuh bagi anak-anak dari keluarga berisiko stunting bukan sekadar memberikan bantuan finansial, ini adalah komitmen untuk mendampingi dan memberdayakan,” pungkas Anang.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + fourteen =

scroll to top
Bahasa »