2 dari 4 Kematian Maternal Warga Gorut Terjadi di Luar Daerah

WhatsApp-Image-2022-10-05-at-14.28.25.jpeg

Audit Maternal Periental Surveilans Respon (AMPSR), Selasa (04/10/2022), di Sakinah Meeting Room Kwandang.

Kabupaten Gorontalo Utara, Dinkesprov – Hingga akhir triwulan 3 (tiga) tahun 2022, tercatat ada 4 kasus kematian ibu pasca melahirkan (maternal) di Gorontalo Utara. Dua diantaranya merupakan kasus kematian yang terjadi di luar daerah.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan melalui Sub Koordinator Program Kesehatan Keluarga dan Gizi, Maya Oktaviany Rahmola di Kwandang, Rabu (05/20/2022).

“Hanya saja mereka ber-KTP di Kabupaten Gorut, kemudian menikah menetap di luar daerah dan terjadi kasus kematian maternal, maka tercatat sebagai kematian maternal di wilayah Gorut,” jelasnya.

Hal ini lanjut Maya, telah di atur melalui sistem pelaporan kematian maternal, dimana kasusnya tercatat bukan berdasarkan alamat domisili, meliankan alamat yang tercantum di KTP.

“Dua kasus di luar daerah itu, hingga kini kami belum menerima data resmi terkait riwayat kehamilan dan kelahiran. Sehingga sulit mengidentifikasi penyebab kematian,” ungkapnya.

Di Gorontalo Utara tercatat ada 1.481 kelahiran yang dihitung sejak Januari hingga September 2022.

Dengan demikian rasionalitas Angka Kematian Ibu (AKI) di Gorontalo Utara tahun ini berada di kisaran angka 270 per 100.000 kelahiran.

“Untuk permasalahan kematian yang memang terjadi di wilayah Gorut, kami akan melakukan advokasi untuk melahirkan MoU dengan PMI (Palang Merah Indonesia) terkait penyediaan stok darah. Mengingat kasus kematian maternal banyak disebabkan perdarahan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara menggelar Audit Maternal Pariental Surveilans Respon (AMPSR) pada Selasa (04/10/2022). Kegiatan itu menghadirkan dokter ahli kandungan dan dokter ahli anak guna mengkaji kasus kematian ibu melahirkan serta kematian bayi dan balita.

Dari hasil pertemuan tersebut diketahui, selang bulan Januari hingga September 2022, ada 4 kematian Ibu melahirkan pasca bersalin (maternal). Penyebab utamanya ialah kekurangan volume cairan akibat perdarahan.

Pada neonatal (bayi baru lahir) terjadi 19 kasus kematian, serta 16 kematian bayi pada rentang usia 1-12 bulan. Berat badan lahir rendah serta penyakit Pneumonia masih mendominasi penyebab kematian.

Dari hasil pertemuan tersebut, lahirlah sejumlah poin rekomendasi sebagai solusi permasalahan. Diantaranya dengan mengoptimalkan sistem rujukan melalui aplikasi Sisrute, sebuah sistem informasi untuk memudahkan proses rujukan pasien.

Berikut melakukan kalibrasi alat kesehatan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit.

Rilis : Andre (Gorut)
Editor : Nancy Pembengo/MD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × one =

scroll to top