Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Gorontalo yang diwakili Sekretaris TP Posyandu, Yana Yanti Suleman didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Gorontalo, Syafiin S. Napu dan Pejabat Fungsional Nutrisionis Ahli Madya Yustiyanty Monoarfa membuka kegiatan Pertemuan Pendampingan Surveilans dan Evaluasi Program Gizi dan KIA dalam Pelayanan Kesehatan terkait Penerapan 6 SPM di Posyandu, Kamis (21/05/2026) di Amaris Hotel.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, pengelola program gizi dan KIA, serta kader Posyandu dalam pelaksanaan surveilans, pengukuran antropometri, pencatatan, pelaporan hingga pemanfaatan data program secara tepat dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Yana Yanti Suleman menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
“Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan rutin masyarakat, tetapi juga pusat pemantauan kesehatan ibu dan anak yang harus didukung dengan data yang akurat dan berkualitas. Melalui pendampingan ini, kita ingin memastikan kader dan tenaga kesehatan mampu melakukan deteksi dini masalah gizi secara tepat,” ujar Yana.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di Provinsi Gorontalo.
Sementara itu, Syafiin S. Napu menjelaskan bahwa hasil monitoring di sejumlah Posyandu percontohan masih menemukan berbagai kendala, mulai dari pengukuran antropometri yang belum sesuai standar hingga pelaporan program yang belum optimal.
“Surveilans yang baik menjadi dasar pengambilan keputusan program kesehatan. Karena itu, peningkatan kapasitas petugas dan kader sangat penting agar data yang dihasilkan benar-benar valid, tepat sasaran, dan dapat digunakan untuk intervensi yang efektif,” kata Syafiin.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini peserta juga dibekali praktik dan simulasi pengukuran antropometri balita dan ibu hamil, tata cara pencatatan dan pelaporan, hingga penyusunan rencana tindak lanjut berbasis SPM.
Pertemuan yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Mei 2026 tersebut diikuti pengelola program gizi dan KIA kabupaten/kota, petugas puskesmas lokus Posyandu percontohan} , pendamping Posyandu serta kader Posyandu di desa pilot project Posyandu 6 SPM Provinsi Gorontalo.
Rilis : ILB
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
