Pusat Kesehatan Jiwa Nasional dan Dinkes Provinsi Lakukan Penelitian Terkait Kasus Bunuh Diri

2a2a62bf-db8a-4e10-a3b8-960d48a9f320.jpg

Pemberian Cendramata antara Direktur Utama PKJN RS Marzoeki Mahdi Nova Riyanti Yusuf dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Fima Agustina.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Sejak bulan Januari sampai Oktober 2023 telah terjadi peningkatan kasus bunuh diri di Provinsi Gorontalo yang mencapai angka 31 kasus dengan berbagai metode yang digunakan oleh korban untuk mengakhiri hidup.

Hal ini menjadi perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) RSJ Marzoeki Mahdi, Bogor sebagai pengampuh Nasional pelayanan kesehatan jiwa untuk melaksanakan penelitian dengan langsung mengunjungi beberapa keluarga korban untuk mengetahu metode yang dipilih untuk mengakhiri hidup dan penyebab tingginya kasus bunuh diri.

Menurut Direktur Utama PKJN RSJ Marzoeki Mahdi Nova Riyanti Yusuf atau yang lebih dikenal sebagai Noriyu, mengharapkan hasil penelitian ini dapat diperoleh beberapa solusi yang bisa digunakan untuk menurunkan kasus bunuh diri di Provinsi Gorontalo.

“Ini adalah bagian dari upaya promotif dan preventif sebagai upaya pencegahan kasus bunuh diri,” ucap Noriyu saat menghadiri Pelatihan Life Skill untuk remaja, Selasa (12/12/2023) di Citimall Hotel Kota Gorontalo

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu membuka wawasan dan pengetahuan khususnya dikalangan remaja bagaimana cara memaknai hidup, bagaimana cara meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan bagaimana cara mengurangi stres yang sangat tinggi,” kata Noriyu.

Salah satu lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Kabila.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa ditempat yang sama mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kasus bunuh diri dengan melibatkan profesi dan lintas sektor terkait.

“Dengan kegiatan pelatihan dan penelitian yang dilakukan oleh tim dari Pusat Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Marzoeki Mahdi kita akan menemukan beberapa solusi yang bisa diintervensi tidak hanya mencegah kasus bunuh diri tapi juga bisa membantu memberikan edukasi dan konseling kepada remaja pada khususnya dan masyarakat secara umum,” pungkas Anang.

Penelitian dimulai tanggal 11 sampai dengan 14 Desember di SMA/SLTA dan Madrasah Aliyah di Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango dan penelitian ini dilanjutkan dengan memberikan pelatihan Life Skill kepada Siswa yang turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Fima Agustina.

Rilis : MD/Rahmi
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × two =

scroll to top
Bahasa »