Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dan Universitas Gorontalo mencanangkan Program Sekolah Sehat Terpadu yang dirangkaikan dengan Rangkaian Kegiatan Hari Gizi Nasional, Jumat (23/01/2026), di SMA Negeri 2 Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Erni Nuraini Mansur, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam upaya pencegahan dan penurunan prevalensi stunting di Provinsi Gorontalo. Menurutnya, sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan perguruan tinggi merupakan pendekatan pentaheliks yang efektif dalam membangun generasi sehat sejak usia sekolah.
“Alhamdulillah kegiatannya sangat luar biasa dan mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan dan perguruan tinggi. Diharapkan melalui kegiatan Sekolah Sehat dan edukasi gizi ini, Insya Allah dapat menurunkan prevalensi stunting di Provinsi Gorontalo,” ujar Erni.
Erni juga mengungkapkan bahwa rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional Tahun 2026 tingkat Provinsi Gorontalo akan dicanangkan secara serentak pada sekolah-sekolah yang menjadi lokus penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Launching edukasi gizi tersebut dijadwalkan pada 27 Januari 2026 dan akan dilakukan secara serentak di enam Kabupaten/Kota, mencakup sekolah umum maupun sekolah keagamaan.
Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo (FKM Unigo), Rahmawati, menjelaskan bahwa pencanangan Sekolah Sehat Terpadu diikuti oleh empat sekolah yang sekaligus melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan FKM Unigo. Keempat sekolah tersebut yakni SMA Negeri 2 Limboto sebagai tuan rumah, SMK Muhammadiyah Limboto, SMA Negeri 1 Mootilango, dan SMA Boliyohuto.
“Empat sekolah ini hadir kepala sekolahnya dan Insya Allah akan menandatangani (PKS, Red). Isi PKS ini adalah bertujuan membangun sekolah sehat di empat sekolah dengan penguatan peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS, Red) yang ada,” jelas Rahmawati.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Limboto, Maryam Ul, menyatakan dukungan dan apresiasi atas pencanangan Program Sekolah Sehat Terpadu. Ia menegaskan komitmen sekolahnya untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut sebagai upaya mewujudkan UKS paripurna.
“Insya Allah SMA Negeri 2 Limboto akan tetap mendukung Program Sekolah Sehat Terpadu yang dicanangkan hari ini. Ke depan, UKS paripurna itu akan terbentuk. Semua akan terlaksana melalui dukungan kerja sama antara Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo, kemudian dukungan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo,” ungkap Maryam.
Maryam menambahkan, meskipun SMA Negeri 2 Limboto belum menerima Program Makan Bergizi Gratis, pihak sekolah telah melaksanakan berbagai kegiatan pendukung program gizi. Di antaranya program sarapan pagi, kerja sama dengan puskesmas dalam pemberian vitamin setiap bulan, serta penataan lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan warga sekolah.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo dengan FKM Unigo, serta antara FKM Unigo dengan empat sekolah lokus Program Sekolah Sehat Terpadu. Rangkaian kegiatan turut diisi dengan edukasi anemia, Kurang Energi Kronis (KEK), pedoman gizi seimbang bagi remaja putri, pembagian leaflet dan buah, minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak, serta pengukuran status gizi anak sekolah.
Rilis: MD
Videografer: ILB/Wahyu
Foto: Aripin
Video Editor: Reza
Editor: Nancy Pembengo
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
