Germas Solusi Terbaik Cegah Penyakit

WhatsApp-Image-2018-11-15-at-10.27.12-PM.jpeg

Di Momen HKN ke-54, Masyarakat Diminta Waspadai Segala Jenis Penyakit

Dinkesprovgorontalo – Momen Hari Kesehatan Nasional ke-54, memberi tambahan semangat untuk mendorong masyarakat agar berperilaku hidup sehat. Di Gorontalo, HKN ke-54 dipusatkan di Limboto, Kabupaten Gorontalo yang diawali dengan defiley di Lapangan Limboto Sport Centre David-Tony Kabupaten Gorontalo yang melibatkan lintas sektor di bidang kesehatan. Baik Dinas Kesehatan kabupaten/Kota, Rumah Sakit, Puskesmas, Balai POM di Gorontalo, BPJS, organisasi kesehatan hingga perguruan tinggi se provinsi Gorontalo.

Sebelumnya, pada puncak HKN ke-54, Senin (12/11) Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila Moeloek meminta masyarakat waspada terhadap segala jenis penyakit. “Indonesia sekarang sedang menghadapi transisi epidemiologi. Terkait dengan penyakit, kita menghadapi tiga beban penyakit (triple burden of diseases),” ucap Menkes Nila.  Tiga beban penyakit itu adalah pertama, telah bergesernya penyakit menular ke arah penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, kanker, dan sebagainya. Kedua, muncul ancaman penyakit infeksi baru, seperti flu burung, ebola, dan TBC Resisten Obat. Ketiga, masyarakat masih dihadapkan pada masalah penyakit menular yang belum selesai, seperti Demam Berdarah, TBC, Malaria, HIV/AIDS, Filariasis, dan Kecacingan. Terkait masalah gizi, lndonesia menghadapi beban ganda (double burden of nutition problem). Di satu sisi Indonesia menghadapi masalah undernutrisi (gizi kurang, pendek/stunting, dan kurus), di sisi lain Indonesia telah dihadapkan pada masalah overnutrisi, yakni masalah obesitas/kegemukan.

Sebagai bentuk pencegahan, maka perilaku hidup sehat di masyarakat dengan menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) perlu ditingkatkan. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa perilaku makan buah dan sayur yang cukup, yakni 5 porsi per hari sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), baru mencapai 5 persen. Sementara itu, perilaku aktivitas fisik juga masih perlu ditingkatkan, karena masih 33,5 persen penduduk di atas 10 tahun yang aktivitas fisiknya kurang. “Saya berharap bahwa Germas dan Program lndonesia Sehat dengan Pendekatan Ketuarga dapat diimplementasikan lebih operasional dan konkrit di tengah-tengah masyarakat,” kata Menkes. Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Idah Syaidah Rusli Habibie mengimbau agar momen HKN ini bukan hanya seremonial semata. Melainkan harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab banyak masyarakat yang terkena berbagai macam penyakit karena kurang memperhatikan pola hidup sehat dengan menerapkan Germas. “Germas sudah merakyat sekali. Meski begitu sosialisasi Germas agar intens dilakukan. Beri edukasi kepada masyarakat, tak hanya kaum milenial, tetapi ibu-ibu, maupun masyarakat pada umumnya,” tandas Idah.

Pewarta : Andi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 1 =

scroll to top