Peran Saka Nasional, SBH Diharapkan Jadi Agen Perubahan di Masyarakat

WhatsApp-Image-2025-11-03-at-16.29.33.jpeg

Foto bersama Pinsaka SBH Daerah Gorontalo bersama Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov – Pelaksanaan Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo, menjadi ajang penting bagi berbagai Satuan Karya Pramuka untuk menunjukkan kontribusinya. Salah satunya adalah Saka Bakti Husada (SBH) yang berperan aktif dalam mendukung program-program kesehatan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan bakti sosial.

Administrator Kesehatan Ahli Muda Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan, Febrima Wulan, mengatakan bahwa SBH sebagai bagian dari Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap kesehatan.

“Harapannya, para Pramuka Saka Bakti Husada yang ikut sebagai peserta dapat memperoleh pengetahuan baru, keterampilan baru, dan terutama mampu melaksanakan kegiatan bakti di masyarakat sesuai dengan keterampilan yang telah mereka pelajari,” ujar Wulan dalam keterangannya Senin (03/11/2025) di Bumi Perkemahan (Buper) Bongohulawa Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo.

Wulan menjelaskan, selama kegiatan Peran Saka Nasional, SBH melaksanakan sejumlah agenda penting seperti Saka Expo yang memperkenalkan berbagai krida dan bidang kerja SBH, Saka Akademi untuk pendalaman materi dan peningkatan keterampilan peserta, serta Bakti Husada yang melibatkan langsung para Pramuka dalam kegiatan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan bakti masyarakat difokuskan pada dua program prioritas kesehatan, yakni aksi bergizi dan kelas ibu hamil.

“Aksi bergizi merupakan intervensi pencegahan stunting melalui pemberian tablet tambah darah, sarapan bersama, dan olahraga di SMP dan SMA. Di Gorontalo, kegiatan ini dilaksanakan di sekolah-sekolah sekitar Limboto,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan kelas ibu hamil juga menjadi bagian dari upaya menurunkan angka kematian ibu. Para Pramuka SBH diharapkan dapat menjadi kader muda yang aktif memberikan edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap para Pramuka Saka Bakti Husada benar-benar menjadi agen perubahan di masyarakat, terutama melalui kegiatan edukasi kesehatan yang dapat mereka lakukan secara berkelanjutan,” tutup Wulan.

Rilis : MD/ILB
Foto : Aripin
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − 4 =

scroll to top
Bahasa »