Pemprov Gorontalo Raih Penghargaan Menpan RB atas Dua Inovasi Kesehatan Nasional

IMG-20260112-WA0025.jpg

Penghargaan inovasi Cegah Stunting Bersama Besti.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima penghargaan atas dua inovasi unggulan di bidang kesehatan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2025.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, dalam keterangannya pada Senin (12/01/2026), mengungkapkan bahwa dua inovasi Gorontalo berhasil masuk sebagai Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik KIPP 2025.

“Ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap upaya dan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Anang.

Penghargaan Inovasi GEMAR Mendukung MBG.

Adapun inovasi pertama adalah Cegah Stunting Bersama Besti (Bele Mo’o Sehati) yang ditetapkan sebagai Finalis Top Inovasi KIPP Tahun 2025 untuk Kelompok Replikasi. Inovasi ini berfokus pada upaya pencegahan stunting melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Sementara itu, inovasi kedua yaitu Gemar Mendukung MBG (Gerakan Edukasi dan Monitoring Antropometri Rutin Mendukung Program Makan Bergizi Gratis) masuk sebagai Finalis Top Inovasi KIPP Tahun 2025 untuk Kelompok Umum, dengan penekanan pada edukasi gizi dan pemantauan status antropometri secara rutin guna mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.

Penetapan kedua inovasi tersebut secara resmi tertuang dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 300 Tahun 2025 tentang Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah Tahun 2025.

Anang menambahkan bahwa capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.

“Ke depan, inovasi-inovasi ini akan terus kami perkuat dan kembangkan agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Gorontalo,” tutupnya.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − five =

scroll to top
Bahasa »