Musrenbang RKPD 2027 Dorong Pembangunan Kesehatan Inklusif di Gorontalo

IMG-20260414-WA0014.jpg

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membuka Musrembang RKPD tahun 2027 yang dirangkaikan dengan Forum Gorontalo Inklusi.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Pemerintah Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan Forum Gorontalo Inklusi, bertempat di Hulondalo Ballroom pada Selasa (14/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyusun arah kebijakan pembangunan daerah, termasuk sektor kesehatan yang berorientasi pada pelayanan inklusif dan berkeadilan.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dan dihadiri unsur Forkopimda provinsi serta kabupaten/kota, pimpinan OPD Provinsi, dan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Kehadiran perwakilan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong partisipasi publik yang luas dan setara dalam proses perencanaan pembangunan.

Dalam rangkaian kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo diwakili oleh Sekretaris Jeane Istanti Dali, ikut hadir pada kegiatan ini. Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam arah kebijakan pembangunan tahun 2027, yang dirancang selaras dengan visi pembangunan nasional sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat di daerah.

Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui forum ini menegaskan sejumlah prioritas pembangunan di Provinsi Gorontalo harus berwawasan kesehatan dan juga mendukunga pembangunan sektor kesehatan diantaranya peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan dasar dan rujukan, penguatan upaya promotif dan preventif, percepatan penurunan angka stunting, serta peningkatan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, penguatan sistem kesehatan daerah juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, pemerataan fasilitas kesehatan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan.

Pendekatan inklusif menjadi salah satu fokus utama, di mana layanan kesehatan diharapkan semakin ramah terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan masyarakat di wilayah terpencil. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan Forum Gorontalo Inklusi yang mendorong integrasi prinsip kesetaraan dalam seluruh sektor pembangunan.

Gubernur Gorontalo dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Perencanaan pembangunan harus berbasis data, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta menjamin tidak ada yang tertinggal, termasuk dalam sektor kesehatan,” ujarnya.

Musrenbang ini juga diisi dengan pemaparan arah kebijakan pembangunan dari pemerintah pusat, serta penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah, lembaga, dan organisasi masyarakat sipil dalam mendukung pelaksanaan pembangunan tahun 2027.

Dengan terselenggaranya Musrenbang RKPD ini, diharapkan seluruh program pembangunan, khususnya di bidang kesehatan, dapat dirancang secara lebih terarah, terintegrasi, dan inklusif, demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas hidup warga Provinsi Gorontalo secara menyeluruh.

Rilis : KrisNA/ILB
Foto : Ryan (Kominfotik)
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + four =

scroll to top
Bahasa »