Khutbah Jumat di Masjid Jabbal Muhsinin, Kadinkes P2KB Anang Otoluwa Paparkan Konsep Taqwa Berbasis Ilmiah

IMG-20260227-WA0008.jpg

Kadinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa membawakan khutbah jumat dengan tema "Taqwa Biologis" di Masjid Jabbal Muhsinin di kawasan Kantor Gubernur Gorontalo.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Jabbal Muhsinin di kawasan Kantor Gubernur Gorontalo saat ratusan jamaah mengikuti Khutbah Jumat (27/02/2026) yang dibawakan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa. Jamaah yang hadir didominasi pejabat Eselon II dan III serta pegawai di lingkungan Kantor Gubernur Gorontalo.

Di saf bagian depan, tampak Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim turut menyimak materi khutbah yang mengangkat tema “Taqwa Biologis”.

Dalam khutbahnya, Anang menghadirkan perspektif yang tidak biasa. Ia menegaskan bahwa taqwa bukan semata-mata konsep spiritual dan ukhrawi, tetapi juga memiliki implikasi nyata terhadap kesehatan fisik dan psikologis manusia.

Sejak awal, ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum strategis untuk membentuk kualitas diri. Menurutnya, puasa adalah sarana, sementara taqwa adalah tujuan utama yang hendak dicapai. Namun, makna tersebut kerap berhenti pada tataran hafalan tanpa menghadirkan perubahan perilaku yang konkret.

“Taqwa adalah tujuan, puasa adalah sarana. Namun sering kali ayat ini kita dengar berulang-ulang tanpa benar-benar menghadirkan perubahan mendalam dalam perilaku dan kebiasaan kebaikan kita,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan, taqwa bukan hanya rasa takut kepada Allah, melainkan kesadaran aktif yang melahirkan tindakan kebaikan secara konsisten. Kebaikan itulah yang menjadi indikator tumbuhnya “pohon taqwa” dalam diri seseorang terlihat dari perilaku sehari-hari yang lebih sabar, empatik, dan peduli terhadap sesama.

Memasuki inti khutbah, Anang menguatkan argumentasinya dengan rujukan ilmiah. Ia mengutip penelitian yang dipopulerkan oleh David R. Hamilton dalam bukunya The Five Side Effects of Kindness.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa tindakan kebaikan sederhana memiliki dampak signifikan terhadap kondisi psikologis dan biologis seseorang. Responden yang rutin melakukan perbuatan baik seperti tersenyum tulus, memberikan pujian, membelikan kopi untuk orang lain, atau menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah mengalami peningkatan rasa bahagia, penurunan tingkat stres, serta perbaikan stabilitas emosional.

Ia menekankan bahwa perbuatan yang diteliti bukanlah aksi heroik berskala besar, melainkan kebaikan kecil yang dilakukan secara sadar dan berulang. Dari perspektif kesehatan masyarakat, kebiasaan ini berkontribusi pada regulasi hormon stres, peningkatan hormon kebahagiaan, serta memperkuat sistem imun tubuh.

Melalui khutbah tersebut, Anang mengajak jamaah untuk memaknai Ramadan secara lebih komprehensif bahwa ibadah tidak hanya berdampak pada dimensi spiritual, tetapi juga membentuk kesehatan biologis dan kualitas hidup. Dengan membiasakan kebaikan kecil setiap hari, taqwa tidak berhenti sebagai konsep, melainkan menjadi energi transformasi diri yang menyehatkan jiwa sekaligus raga.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + 10 =

scroll to top
Bahasa »