Gorontalo Provinsi Inovasi

IMG-20250714-WA0022.jpg

Oleh: Anang S. Otoluwa

Saat hendak meninjau persiapan pemberangkatan haji di bandara Sultan Hasanuddin Makassar beberapa waktu lalu, saya dijemput oleh Pak Yamin, seorang staf kantor penghubung Makassar. Kami lalu berjalan beriringan menuju ruangan pemberangkatan. Ketika menaiki eskalator, Pak Yamin mendahului saya. Tanpa sengaja, mata saya tertumbuk pada sesuatu yang sederhana tapi menggetarkan. Di punggung baju kerjanya tertulis slogan dengan hurul kapital: GORONTALO PROVINSI INOVASI.

Refleks, saya menepuk bahunya dan berkata, “Saya suka tulisan di baju ini. ”Sambil tersenyum Pak Yamin menjawab “Baju ini sudah lama saya dapat Pak”.

Saya memang menyukai slogan inovatif, atau motto yang mengundang pembaruan. Salah satunya, apa yang saya jumpai di kaos Jogger, produksi pabrik kata-kata di Bali. Di salah satu edisi kaosnya, tertulis begini :”JANGAN CARI ISTRI BARU, YANG LAMA SAJA DIPERBAIKI, SUPAYA TERUS JADI BARU”. Karena terinspirasi, saya memborong beberapa kaos untuk oleh-oleh kepada teman yang sudah punya istri.

Inovasi, memang dibutuhkan untuk mengatasi masalah sehari-hari. Karena ada hal yang baru, kehidupan yang ruwet ini jadi bisa lebih simpel. Hidup yang kompleks, bisa dihadapi dengan rileks.

Lihatlah apa yang terjadi bandara. Dulu, kita sering melihat panjangnya antrian saat check-in. Berkat inovasi, lahirlah mesin check-in. Orang bisa check-in sendiri di depan mesin. Karenanya, antrian itu sedikit mulai berkurang.

Tak lama kemudian, muncul online check-in. Penumpang yang bepergian tanpa bagasi betul-betul tak perlu lagi ketemu petugas atau mesin. Mereka bisa melakukannya di hp sendiri. Proses check-in itu berlangsung lebih cepat karena dilakukan mandiri.

Di lingkungan kerja, budaya inovasi ini kami coba tumbuhkan. Di zaman Menkes almarhumah Endang Sedyaningsih, saya menemukan buku memorabilia dengan judul: “Inovasi dan Prestasi”. Slogan itu langsung mengena dihati. Tanpa permisi, kalimat itu saya ukir di ruang front office Dinas Kesehatan Banggai. Motto itu seolah menjadi sumber inspirasi. Dari sini, lahirlah inovasi Posyandu Prakonsepsi, yang mengilhami munculnya layanan calon pengantin di Indonesia saat ini.

Hari ini, tulisan di baju Pak Yamin saya ingat kembali. Foto yang sempat saya jadikan kuis, saya cari kembali. Apa pentingnya foto Pak Yamin ini saya tampilkan lagi?

Semua ini gara-gara ibu Mis (Misranda Nalole). Beberapa hari lalu, Ibu Mis mengirim kabar di group WA Koordinasi Pimpinan OPD Gtlo. Yang dia posting adalah hasil penilaian indeks inovasi daerah dari Kemendagri. Didaftar itu, Provinsi Gorontalo masuk kategori provinsi kurang inovatif. Menempati urutan ke-32 dari 38 provinsi di Indonesia.

Saat membaca hasil panilaian itu, seketika saya teringat tulisan dibaju Pak Yamin. Slogan itu terasa sangat kontras dengan kondisi hari ini. Saya tidak lagi mengingatnya sebagai sebuah slogan. Tetapi seolah mendengarkan sebuah panggilan, panggilan untuk melanjutkan cita-cita besar yang pernah dirintis di masa lalu. Ajakan menghidupkan kembali semangat berinovasi.

Alhamdulillah, di lingkungan Dinas Kesehatan, hal ini pelan-pelan kami mulai. Saat menghadapi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP), 8 inovasi kami usulkan. Lima diantaranya sempat diikutkan. Tapi hanya tiga yang lolos seleksi administrasi. Kini, kami menunggu pengumuman ke tahap berikutnya.

Menjelang Temu Ilmiah Nasional, Persatuan Ahli Gizi (Persagi) kami bersama-sama menggarap abstrak. Alhamdulillah, dari 6 yang diikutkan, 3 diantaranya diterima presentasi oral. Yang membanggakan, satu diantaranya meraih juara 1.

Demikian pula saat Forum Nasional Reformasi Kebijakan Kesehatan dilaksanakan. Para pejabat fungsional beramai-ramai menulis “policy brief“. Hasilnya, 11 policy brief masuk ke meja panitia. Mungkin ini usulan terbanyak yang pernah dilakukan.

Belum maksimal memang. Tapi, paling tidak semangat berinovasi mulai tumbuh. Teman-teman pun, makin terbiasa dengan iklim berkompetisi.

Kini, Innovative Goverment Award (IGA) sudah di depan mata. Saya dan teman-teman sudah melakukan rapat konsolidasi. Mempersiapkan beberapa inovasi untuk dilombakan lagi.

Dengan melakukan semua itu, ada harapan terpatri di hati. Semoga Gorontalo Provinsi Inovasi itu bukan hanya terwujud di tempo hari. Tapi juga di hari ini, dan di hari-hari nanti.(*)

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 4 =

scroll to top
Bahasa »