Kota Gorontalo, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, melakukan rapat bersama Kelompok Kerja (Pokja) Beasiswa Provinsi Gorontalo untuk membahas penguatan program beasiswa bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, Senin (15/09/2025) di Ruang rapat Kepala Dinas. Rapat dihadiri Asisten II Setda Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro dan tim dari Biro Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat.
Pertemuan ini digelar untuk memastikan mekanisme pemberian beasiswa berjalan tepat sasaran, mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis, serta mendukung layanan kesehatan prioritas di daerah.
Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah poin penting, antara lain mekanisme penerimaan beasiswa dokter spesialis yang diprioritaskan bagi ASN. Untuk penerima beasiswa non-ASN, pemerintah memberikan jaminan formasi penempatan di RS dr. Hasri Ainun Habibie setelah menyelesaikan pendidikan.
“Pemerintah juga membuka peluang merekrut dokter spesialis dari luar daerah serta mendorong kerja sama dengan Bupati dan Wali Kota untuk memastikan ketersediaan formasi penerimaan di kabupaten/kota” ungkap Anang.
Rekomendasi penerima beasiswa akan dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dilengkapi dengan mekanisme monitoring dan evaluasi, serta pengaturan hak dan kewajiban penerima beasiswa.
“Program ini difokuskan pada layanan prioritas seperti Kesehatan Jiwa, Stunting dan Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU KIA),” ujar Anang.
Selain itu, pemerintah juga mengatur regulasi rekomendasi beasiswa yang bersumber dari dana selain APBD provinsi, dan menyiapkan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah kabupaten/kota untuk membuka formasi penempatan.
Seleksi dan pengelolaan beasiswa direncanakan dikelola oleh satu instansi yang terintegrasi. Tindak lanjut bagi penerima beasiswa yang selesai studi namun tidak kembali mengabdi di Gorontalo juga dibahas, termasuk sanksi atas pelanggaran akta notaris. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama tim terpadu akan merumuskan solusi terhadap penerima yang melanggar atau tidak menyelesaikan pendidikan.
Sejak tahun 2021, program beasiswa kedokteran dikelola oleh Biro PP Kesra. Berdasarkan data terbaru, periode 2021–2025 telah tercatat 28 penerima beasiswa, yang terdiri dari 13 mahasiswa kedokteran dan 15 dokter spesialis. Dari jumlah tersebut, 22 orang telah menyelesaikan pendidikan, sementara 6 lainnya masih melanjutkan studi. Pemerintah Provinsi Gorontalo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar, dengan skema bantuan Rp50 juta per semester untuk pendidikan spesialis dan Rp37,5 juta per semester untuk mahasiswa kedokteran umum.
Anang menegaskan bahwa manajemen beasiswa akan disatukan untuk memperkuat tata kelola, dengan fokus pada peningkatan layanan kesehatan prioritas dan pengembangan subspesialisasi, khususnya layanan kanker strata utama di RS dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo.
Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
