Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting Dilakukan Secara Terkoordinir dan Terpadu

IMG-20200904-WA0003.jpg

Pertemuan Konvergensi, Koordinasi dan Konsolidasi LP/ LS Untuk Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Bone Bolango, Senin (31/08/2020) bertempat di Grand Q Hotel Kota Gorontalo

Kabupaten Bone Bolango, Dinkesprov – Gizi merupakan faktor penting karena secara langsung berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), oleh karena itu perlu pelayanan gizi yang berkualitas pada individu dan masyarakat. Pelayanan gizi merupakan salah satu sub-sistem dalam pelayanan kesehatan paripurna, yang berfokus kepada keamanan pasien. Dengan demikian pelayanan gizi wajib mengacu kepada standar yang berlaku. Mengingat masih dijumpai kejadian malnutrisi di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya khususnya stunting, maka perlu upaya pendekatan yang lebih strategis.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Tahun 2018, Provinsi Gorontalo angka stuntingnya adalah 30,8%. Sedangkan untuk Kabupaten Bone Bolango kurang dari 30% anak balita mengalami stunting.

Berdasarkan hal tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melalui Seksi Kesehatan Keluarga, Pengendalian Penduduk, KB dan Gizi menyelenggarakan Kegiatan Pertemuan Konvergensi, Koordinasi dan Konsolidasi LP/ LS Untuk Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas Kabupaten dalam Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan dan pencegahan stunting melalui Interfensi spesifik dan sensitive, dan meningkatkan Koordinasi Lintas Sektor/ Lintas Program dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bone Bolango yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari mulai tanggal 31 Agustus s/d 01 September 2020 di Hotel Grand Q Kota Gorontalo dengan jumlah peserta 60 orang yang terdiri dari Lintas Program dan Lintas Sektor terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, dr. Meyrin Kadir menyampaikan bahwa Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting adalah Intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama.

“Ini dilakukan dengan mensasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting. Penyelenggaraan intevensi, baik gizi spesifik maupun gizi sensitif secara konvergen dilakukan dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan pencegahan stunting”, ungkap Meyrin.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, Pengendalian Penduduk, KB dan Gizi H. Syafiin S. Napu, SKM, M.Kes menjelaskan bahwa untuk mendukung program pemerintah dalam penurunan angka stunting agar kiranya dapat memperkuat kapasitas Kabupaten dalam Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting melalui intervensi Spesifik dan Sensitif.

Rilis : Dewi Frid / Nur Ajran
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × four =

scroll to top