Lindungi Kesehatan Anak, Gorontalo Gelar Uji Keamanan Pangan Jajanan Sekolah Terbesar

WhatsApp-Image-2026-06-09-at-19.47.24.jpeg

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa mendampingi Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menghadiri Roadshow Saka POM Beraksi Pemecahan Rekor MURI Tahun 2026 dengan tema “Uji Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) secara Seri dengan Sampel Terbanyak oleh SAKA POM Gorontalo” yang berlangsung di MIN 1 Kota Gorontalo, Selasa (9/6/2026).

Provinsi Gorontalo menargetkan pemecahan Rekor MURI melalui kegiatan uji keamanan pangan jajanan anak sekolah dengan jumlah sampel terbanyak. Sebanyak 1.600 sampel jajanan dari 100 sekolah di seluruh kabupaten dan kota akan diuji dalam program yang digagas oleh Saka POM Gorontalo bersama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo.

Kegiatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off yang dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie dan dihadiri langsung oleh Agus Yudi Prayudana selaku Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan Badan POM RI.

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya bersama untuk melindungi kesehatan anak-anak sekolah. Menurutnya, keamanan pangan jajanan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung gizi anak sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat dan cerdas.

“Pendidikan kepada pedagang kantin maupun pedagang di sekitar sekolah perlu terus diperkuat agar makanan yang dijual memenuhi standar keamanan pangan. Aspek kebersihan, penggunaan bahan yang aman, masa kadaluarsa produk, serta kehalalan pangan menjadi hal yang harus mendapat perhatian bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa menegaskan bahwa pengawasan keamanan pangan jajanan sekolah merupakan bagian penting dari upaya promotif dan preventif untuk melindungi kesehatan anak usia sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melakukan pengujian sampel pangan, tetapi juga membangun kesadaran seluruh pihak tentang pentingnya keamanan pangan. Anak-anak berhak mendapatkan jajanan yang aman, sehat, dan berkualitas sehingga dapat mendukung tumbuh kembang serta prestasi belajar mereka,” kata Anang.

Menurut Anang, kolaborasi antara Badan POM, pemerintah daerah, sekolah, pedagang, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari pangan yang berisiko bagi kesehatan.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pembacaan deklarasi komitmen keamanan pangan serta penandatanganan komitmen bersama pengawalan keamanan pangan jajanan sekolah oleh seluruh pemangku kepentingan terkait sebagai bentuk dukungan terhadap terwujudnya pangan yang aman bagi anak-anak sekolah di Provinsi Gorontalo.

Rilis : ILB
Foto : Nova (Diskominfotik)
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + twelve =

scroll to top
Bahasa »