Kota Gorontalo, DinkesP2KB — Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menekankan bahwa kualitas pencatatan dan pelaporan perbekalan kesehatan harus selaras dengan kondisi riil ketersediaan obat, vaksin, dan bahan medis habis pakai (BMHP) di lapangan. Hal tersebut disampaikannya usai membuka Pertemuan Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Nasional Perbekalan Kesehatan, Senin (27/04/2026) di Grand Q Hotel.
Menurut Anang, sistem informasi kesehatan yang kuat menjadi fondasi penting dalam menjamin tata kelola logistik kesehatan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Pencatatan yang akurat tidak hanya berfungsi sebagai laporan administratif, tetapi juga sebagai dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan distribusi obat dan vaksin, sehingga mampu mencegah kekosongan stok maupun penumpukan di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Diharapkan mampu membuat teman-teman termotivasi untuk melaksanakan pencatatan dan pelaporan perbekalan kesehatan dengan baik. Kemudian terutama di lapangan diharapkan agar obat tersedia dengan baik dan ketika masyarakat membutuhkan obat dan BMHP itu tersedia” kata Anang.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan data logistik kesehatan menjadi bagian penting dalam transformasi digital sektor kesehatan, sebagaimana didorong oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui integrasi sistem informasi berbasis elektronik. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pemantauan distribusi hingga penggunaan perbekalan kesehatan dapat dilakukan secara real-time dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pertemuan ini kata Anang harus dapat meningkatkan kinerja pencatatan dan pelaporan Perbekalan Kesehatan dengan tepat waktu.
“Kinerja penginputan SMILE akan semakin membaik dan itu nanti kita akan evaluasi secara berkala dan kita akan feedback ke mereka agar kita ketahui dampak dari pelatihan ini” pungkasnya.
Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik (SMILE) sendiri merupakan platform digital yang dirancang untuk memantau ketersediaan vaksin dan logistik imunisasi secara nasional. Implementasi sistem ini dinilai strategis dalam mendukung program imunisasi serta menjaga rantai pasok (supply chain) agar tetap efisien, terutama di daerah dengan tantangan geografis seperti Provinsi Gorontalo.
Kegiatan ini diikuti secara luring dan daring dengan jumlah peserta sebanyak 143 orang, terdiri dari petugas penanggung jawab aplikasi SMILE di Dinas Kesehatan kabupaten/kota, puskesmas, rumah sakit daerah, dan rumah sakit swasta. Keterlibatan lintas fasilitas pelayanan kesehatan ini menunjukkan pentingnya koordinasi terintegrasi dalam pengelolaan logistik kesehatan.
Adapun narasumber berasal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang hadir secara daring serta perwakilan United Nations Development Programme (UNDP), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfokus memberi bantuan teknis dan pembangunan di dunia.. Kehadiran mitra internasional ini memperkuat pendekatan kolaboratif dalam meningkatkan kualitas sistem informasi kesehatan, khususnya dalam mendukung keberhasilan program imunisasi dan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas data yang dihasilkan, sehingga mampu mendukung kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) serta memastikan ketersediaan obat, vaksin, dan BMHP secara merata dan berkelanjutan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Rilis : ILB
Foto/Videografer : Dandels/ILB
Video Editor : Reza
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
