Didampingi Kadinkes P2KB, Gubernur Gusnar Ismail Resmikan PPDS dan Subspesialis FK UNG–UNSRAT

IMG-20260304-WA0008.jpg

Peluncuran program PPDS DAN dan Subspesialis Fakultas Kedokteran UNG-Unsrat.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mendampingi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, pada acara Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis Fakultas Kedokteran wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara, Rabu (03/03/2026) di Ballroom Hotel Damhil, Kota Gorontalo.

Peluncuran ini menandai dimulainya Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), serta penguatan kolaborasi dengan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) untuk Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak dan Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer.

Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi tonggak sejarah pembangunan sumber daya manusia kesehatan di Provinsi Gorontalo.

“Hari ini bukan sekadar seremoni akademik. Hari ini adalah penanda sejarah bagi pembangunan sumber daya manusia kesehatan di Provinsi Gorontalo,” tegas Gubernur.

Ia menyampaikan apresiasi atas capaian Fakultas Kedokteran UNG yang dalam usia relatif muda telah mampu membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi, bidang yang sangat krusial dalam sistem pelayanan kesehatan.

“Kita patut berbangga, karena Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo yang baru berusia 7 tahun telah menunjukkan lompatan kemajuan yang luar biasa. Dalam usia yang relatif muda, FK UNG tidak hanya bertahan dan berkembang, tetapi telah dipercaya membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis, khususnya Spesialis Anestesi sebuah bidang yang sangat krusial dalam sistem pelayanan kesehatan,” ujar Gusnar.

Menurutnya, kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis dalam menjawab kompleksitas tantangan pelayanan kesehatan ke depan.

“Kehadiran Program Spesialis Anestesi di UNG, serta Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak dan KKLP melalui kolaborasi dengan Universitas Sam Ratulangi Manado, merupakan jawaban nyata atas kebutuhan daerah, sekaligus wujud sinergi antarperguruan tinggi di Kawasan Timur Indonesia,” tambahnya.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie untuk mendukung penuh pengembangan pendidikan kedokteran di daerah.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk mendukung penuh pengembangan pendidikan kedokteran, baik melalui kebijakan, kemitraan rumah sakit, maupun dukungan terhadap keberlanjutan program-program strategis seperti ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyampaikan bahwa peluncuran program spesialis dan subspesialis ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan kesehatan daerah yang berfokus pada penguatan layanan rujukan, pemenuhan tenaga medis spesialistik, serta peningkatan mutu pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat.

Anang menegaskan bahwa ketersediaan dokter spesialis merupakan salah satu determinan utama dalam peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan, khususnya pada layanan kegawatdaruratan, maternal-neonatal, dan penyakit tidak menular.

“Penguatan SDM kesehatan, khususnya dokter spesialis dan subspesialis, merupakan bagian dari strategi besar peningkatan mutu layanan kesehatan di Gorontalo. Dengan hadirnya program ini, kita tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi putra-putri daerah, tetapi juga mempercepat pemerataan tenaga spesialis di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Anang.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan rumah sakit pendidikan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan perguruan tinggi, direktur rumah sakit pendidikan, para guru besar, dokter, serta tenaga kesehatan. Momentum tersebut diharapkan menjadi langkah strategis menuju kemandirian kesehatan daerah serta peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya.

Rilis : ILB
Foto : Melky
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight − three =

scroll to top
Bahasa »