Pohuwato Jadi Lokasi Uji Coba Nasional, Dinkes Provinsi Gorontalo dan Kemenkes Gelar AAR Pasca KLB Malaria

IMG-20251119-WA0007.jpg

Kegiatan After Action Review (AAR) Pasca KLB Malaria di Pohuwato.

Kabupaten Pohuwato, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaksanakan kegiatan After Action Review (AAR) atau evaluasi pasca Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di Kabupaten Pohuwato, Rabu (19/11/2025), di Aula rumah sakit Bumi Panua. Kegiatan ini menjadi bagian dari uji coba nasional evaluasi respons KLB yang ditetapkan Kemenkes, dengan Pohuwato sebagai lokasi uji coba AAR untuk penanganan malaria.

Tim pendamping dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dipimpin oleh Lastri Qodriani, Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda yang ikut mendampingi seluruh proses evaluasi. Sementara itu, tim Kemenkes terdiri dari empat orang dan dipimpin oleh Soitawati dari Tim Respons KLB.

Pelaksanaan AAR di Pohuwato melibatkan lintas sektor secara luas, menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam penanganan KLB malaria yang pada awal tahun lalu banyak terjadi di wilayah pertambangan. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait, di antaranya BPBD, Bappeda, Diskominfo, Dinas PMD, DLH, PUPR, Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, Balai Karantina Kesehatan (BKK), RS Bumi Panua, Kodim, Polres, Pani Gold Project, serta perwakilan camat, kepala desa dan kepala puskesmas.

Dalam kegiatan tersebut, tim Kemenkes bersama pemerintah daerah melakukan penelaahan menyeluruh terhadap respons KLB malaria yang pernah terjadi, termasuk alur koordinasi, kesiapsiagaan, penanganan kasus, pengendalian vektor, hingga peran perusahaan tambang dan lintas sektor lainnya dalam upaya penanggulangan.

Soitawati menyampaikan bahwa uji coba AAR di Pohuwato merupakan bagian penting dalam penguatan sistem kewaspadaan dini terhadap KLB di tingkat daerah.

“Evaluasi ini bukan hanya melihat apa yang sudah dilakukan, tetapi juga memastikan adanya pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan agar respons di masa mendatang lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Lastri Qodriani menegaskan bahwa keterlibatan lintas sektor menjadi kunci utama dalam penanganan KLB malaria di Pohuwato.

“Kegiatan ini sangat strategis untuk meninjau kembali langkah-langkah yang telah ditempuh, sekaligus menyusun rencana tindak lanjut bersama untuk mencegah kejadian serupa,” ungkapnya.

Kabupaten Pohuwato menjadi satu dari tiga daerah yang ditetapkan sebagai lokasi uji coba evaluasi respons KLB oleh Kemenkes pada minggu ketiga November 2025. Selain Pohuwato, evaluasi EAR dilaksanakan di Kabupaten Bandung Barat, dan IAR dilaksanakan di Kabupaten Sumenep.

Hasil kegiatan AAR ini diharapkan menjadi rujukan dalam memperkuat sistem penanggulangan penyakit menular, khususnya malaria, serta meningkatkan kapasitas daerah dalam merespons potensi KLB secara lebih efektif dan terkoordinasi.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 4 =

scroll to top
Bahasa »