Jadi Pemateri di Workshop KPM, Kadinkes Anang Paparkan Strategi Penanggulangan Stunting

IMG-20250725-WA0006.jpg

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa memberikan materi pada Workshop Evaluasi Kinerja Kader Pembangunan Manusia (KPM).

​Kota Gorontalo, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyoroti peran sentral Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri dalam Workshop Evaluasi Kinerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil serta Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Gorontalo. Acara ini berlangsung di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Jum’at (25/07/2025).

​Dalam presentasinya yang berjudul “Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT)”, Anang menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ia menegaskan bahwa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah salah satu intervensi strategis nasional untuk memperbaiki asupan gizi ibu hamil dan balita.

​”PMT bertujuan untuk menambah asupan energi, protein, dan mikronutrien penting, yang pada akhirnya akan meningkatkan berat badan ibu hamil dan balita, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah lahirnya bayi dengan berat badan rendah,” papar Anang.

​Secara spesifik, PMT bagi ibu hamil diberikan setiap hari selama 90 hari untuk mengatasi Kurang Energi Kronik (KEK), mendukung pertumbuhan janin, dan mencegah anemia. Sementara itu, PMT untuk balita gizi kurang diberikan minimal selama 60 hingga 90 hari untuk menambah energi, memperbaiki nafsu makan, dan meningkatkan imunitas.

​Anang menekankan bahwa keberhasilan program PMT sangat bergantung pada beberapa syarat utama.
“Keberhasilan program ini bergantung pada ketepatan sasaran, yaitu ibu hamil KEK dan balita gizi kurang, ketepatan waktu dalam pemberian yang konsisten, serta kandungan gizi yang tepat seperti tinggi energi, protein, zat besi, dan zink,” jelasnya.

​Di sinilah peran vital para kader KPM menjadi penentu. Menurut Anang, kader memiliki lima peran kunci, yaitu ​mendata sasaran PMT secara akurat, memberikan edukasi gizi dan pola makan sehat kepada keluarga, mengawasi pelaksanaan serta memantau program PMT di lapangan, melaporkan perkembangan berat badan sasaran secara rutin dan menjadi jembatan komunikasi antara keluarga, puskesmas, dan pemerintah desa.

​”Kader adalah ujung tombak yang memastikan PMT efektif dan tepat sasaran. Gizi yang cukup akan menghasilkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan,” pungkasnya.

​Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kinerja para kader dalam menjalankan perannya di masyarakat, khususnya dalam mengawal program-program pencegahan stunting di Provinsi Gorontalo.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 2 =

scroll to top
Bahasa »