Inovasi GEMAR Dukung MBG : bukan sekedar membagi makanan (Bagian 1)

IMG-20250615-WA0014.jpg

Oleh : Yustiyanty Monoarfa
(Pemerhati Gizi dan Kesehatan Masyarakat)

Pagi itu, Tim Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan petugas gizi dari Puskesmas Kota Tengah bersiap turun ke sekolah-sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis. Sejak program ini dimulai pada Januari 2025, kegiatan turun ke sekolah seperti ini sudah menjadi rutinitas. Tim kami terbagi menjadi tiga kelompok kecil, masing-masing bertugas mengunjungi beberapa sekolah dalam sehari. Saya tergabung di tim kedua, bertugas ke SDN 77—sekolah yang katanya seru karena anak-anaknya selalu antusias saat tim MBG datang.

Pagi itu, kami berkumpul di kantor Puskesmas, membawa alat ukur antropometri, formulir, dan tentunya semangat yang tak kalah segar dari makanan bergizi gratis. Di perjalanan, suasana ceria menghiasi mobil kami. Ada yang sibuk mengecek daftar nama anak-anak yang akan diukur, ada juga yang memutar lagu-lagu lawas sambil sesekali bercanda, “Awas, nanti anak-anaknya malah lebih hafal lagu jadul gara-gara kita”

Sudah tiga bulan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan. Kali ini, kami datang ingin mengukur langsung apakah program ini benar-benar memberi dampak untuk anak-anak sekolah.

Seperti biasa, saat kami tiba, anak-anak menyambut dengan senyum hangat dan sapaan riang. Mereka sudah mulai akrab dengan kehadiran kami.

Kami mulai melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan, dan memantau makanan yang mereka terima sambil sesekali bertanya, “Kalau hari Selasa dan Kamis, kalian suka tidak dengan menunya?” Hampir semua menjawab serempak, “Suka skali! Ada daging dan ayam gorengnya!” Kami tertawa bersama, lalu lanjut mengukur teman-temannya satu per satu. Di sela-sela kesibukan, seperti biasa kami sempat berbagi cerita, mengajarkan mereka pentingnya makan sehat dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Sehingga terdapat beberapa anak yang tidak mau makan dengan alasan belum lapar berhasil diyakinkan dan akhirnya mau menghabiskan makannya. Para guru pun mengatakan bahwa mereka juga merasakan perubahan. Suasana makan terasa menyenangkan karena dinikmati bersama-sama. Hari itu terasa akrab dan penuh semangat, membuat lelah seolah tak terasa.

Kami kemudian mencatat perkembangan anak-anak. Hasilnya, berat badan yang dulu rendah, kini mulai naik. Banyak dari mereka bahkan ada yang sudah mencapai status gizi normal. Hati kami lega. Ternyata program MBG tidak hanya tentang membagi makanan, tapi mendampingi mereka benar-benar membantu anak-anak makan lebih baik, lebih sehat, dan tumbuh dengan gizi yang cukup.
Ini kabar baik yang membuat semua lelah kami terbayar.

Tapi, ternyata ada hal yang kemudian membuat kami waspada.
(Bersambung)

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 2 =

scroll to top
Bahasa »