Aba Uyon dan Gadis Manis Berkulit Bersih

IMG-20250525-WA0000.jpg

Oleh: Anang S. Otoluwa

Jam sudah menunjukkan pukul 21.28. Mata saya sudah hampir tertutup. Tiba-tiba masuk pesan dari Kabid P2 Dinkes Gorut. “Pak, ti Aba Uyon terbaik 1”, katanya sambil melampirkan foto di atas.

Mata saya langsung menyala. Sudah beberapa hari ini saya memang ingin menulis tentang Aba Uyon. Terutama setelah kunjungan kedua kami ke Ponelo Kepulauan. Bahan tulisan itu sudah tersusun di kepala. Tinggal menunggu peristiwa yang menjadi pemantiknya. Nah, momen ini tidak bisa dibiarkan sia-sia.

Ingatan saya langsung terbang ke seorang gadis manis berkulit bersih. Dia kami temui di rumah kader saat kunjungan ke Desa Malambe. Dia didatangkan khusus oleh Aba Uyon untuk memberikan testimoni. Dia sudah sembuh dari TB. Dia datang bersama ibu dan adiknya, seorang anggota polisi. Kami pun semangat mewawancarai.

Tanpa sungkan, gadis ini bercerita soal penyakitnya. Dia mengaku kemungkinan tertular TB ditempat kerja. Semua anggota keluarganya sudah diperiksa, tidak ada satupun yang positif.

Demikian pula saat pengobatan. Tidak ada keluhan berarti yang dia hadapi. Lebih-lebih dia mendapatkan dukungan dari keluarganya.

Sang ibu lalu menambahkan, jika ada anggota keluarga batuk-batuk, mereka langsung minta diperiksa oleh Aba Uyon.

Alhamdulillah, mereka tidak kesulitan. Aba Uyon tiap saat bisa dihubungi. Itulah yang membuat masyarakat disini jadi ikut-ikutan.
“Sekarang, tak ada lagi yang malu utk memeriksakan jika ada yang batuk lebih dua minggu”, kata ibunya mantap.

Kini, di desa ini, TB dianggap sebagai penyakit biasa. Tidak ada rasa malu. Tidak ada lagi stigma. Warga pun sudah mau mendiskusikan penyakit TB secara terbuka.

Ini adalah kemajuan yang luar biasa. Menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat.

Mungkin karena Aba Uyon rajin mengunjungi warganya. Mungkin karena Aba Uyon sungguh-sungguh melayani mereka. Hasilnya, masyarakat sudah sangat mempercayakan kesehatannya kepada Aba Uyon.

Karenanya, saya tak heran jika Aba Uyon meraih predikat terbaik 1. Pada pelatihan pendampingan psikososial bagi penderita TB. Dia meraih angka hampir sempurna, 97,5. Dia mengungguli 60 peserta lainnya. Padahal, kalau dilihat dari tingkat pendidikan, banyak peserta yang lebih hebat dari Aba Uyon.

Keunggulan Aba Uyon, dia sebenarnya tidak saja belajar. Jauh di tempat tinggalnya, dia sudah menerapkan pendampingan psikososial itu dengan diam-diam. Penghargaan ini hanya menjadi validasi, bahwa apa yang selama ini dia kerjakan sudah sesuai dengan tujuan pelatihan.

Selamat Aba Uyon. Kata pepatah, usaha tak kan pernah menghianati hasil.(*)

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 10 =

scroll to top
Bahasa »