QICA TBC SO Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi Eliminasi TBC di Kabupaten Gorontalo

IMG-20251016-WA0000.jpg

Quarterly Interim Cohort Analysis (QICA) Tuberkulosis Sensitif Obat (TBC SO) di Kabupaten Gorontalo.

Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov – Dalam rangka memperkuat pelaksanaan program pengendalian Tuberkulosis (TBC) di daerah, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo melaksanakan kegiatan Quarterly Interim Cohort Analysis (QICA) Tuberkulosis Sensitif Obat (TBC SO) yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, didampingi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Jeane Istanti Dalie serta Ketua Tim Kerja P2PMPTM Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Iswan Ahmad. Turut hadir pula Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Ivon Riyanto Abdullah yang mendampingi jalannya kegiatan tersebut. Peserta kegiatan terdiri dari pengelola program TBC Puskesmas dan Rumah Sakit se-Kabupaten Gorontalo.

QICA merupakan agenda evaluasi berkala yang bertujuan untuk meninjau capaian pelaksanaan program TBC, mulai dari penemuan kasus, pengobatan, hingga keberhasilan penanganan pasien TBC Sensitif Obat. Melalui kegiatan ini, dilakukan analisis terhadap data kohort pasien dan pembahasan kendala yang dihadapi di lapangan dalam pelaksanaan program eliminasi TBC.

Dalam sambutannya, Anang S. Otoluwa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini dan menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mempercepat penemuan kasus TBC.

“Deteksi dini dan pengobatan segera merupakan langkah kunci untuk memutus rantai penularan. Setiap kasus yang ditemukan harus segera diintervensi agar pasien tidak menularkan ke lingkungan sekitarnya. Tanggung jawab kita bersama adalah memastikan setiap pasien mendapatkan pengobatan yang cepat dan tuntas,” ujarnya.

Kegiatan QICA ini juga menjadi sarana penting untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan sekaligus menyepakati langkah-langkah perbaikan dalam pelaksanaan program TBC di Kabupaten Gorontalo. Dari hasil pembahasan, teridentifikasi sejumlah tantangan seperti masih rendahnya penemuan kasus di beberapa Puskesmas, adanya pasien yang telah terdiagnosis namun belum memulai pengobatan, serta kendala teknis dan non-teknis dalam pelaksanaan kegiatan penemuan kasus aktif.

Menindaklanjuti hal tersebut, seluruh peserta QICA sepakat untuk memperkuat pelaksanaan program melalui peningkatan kegiatan skrining aktif (Active Case Finding) di masyarakat, memastikan setiap pasien TBC segera memulai pengobatan, melaksanakan supervisi dan monitoring rutin terhadap pelaksanaan program di Puskesmas, serta mengoptimalkan pelaporan kasus melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) dengan memperkuat jejaring layanan antara Puskesmas dan rumah sakit.

Melalui kegiatan QICA ini, diharapkan koordinasi dan komitmen lintas layanan semakin solid dalam mempercepat pencapaian target eliminasi TBC tahun 2030 di Provinsi Gorontalo.

Rilis : Ihwan/ILB
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + fourteen =

scroll to top
Bahasa »