Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperkuat layanan gastroenterohepatologi (GEH) melalui kolaborasi dengan Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI). Komitmen tersebut dituangkan dalam Executive Brief yang disampaikan pada kegiatan PGI Outreach 3 di Gorontalo, Sabtu (11/7/2026) sebagai langkah awal mempercepat pengembangan layanan penyakit saluran cerna, hati, dan pankreas di daerah.
Anang menjelaskan, penguatan layanan gastroenterohepatologi merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, sejalan dengan visi dan misi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, merata, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

Berdasarkan Executive Brief tersebut, Provinsi Gorontalo dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa memiliki 21 rumah sakit dan 95 puskesmas. Namun hingga kini belum memiliki dokter spesialis gastroenterohepatologi. Layanan endoskopi baru tersedia di RSUD Dunda Limboto sehingga pasien dengan kasus saluran cerna dan hati yang kompleks masih harus dirujuk ke Manado maupun Makassar.
“Kami ingin masyarakat Gorontalo memperoleh layanan gastroenterohepatologi yang berkualitas di daerah sendiri tanpa harus dirujuk ke luar provinsi. Karena itu, kolaborasi dengan PB PGI menjadi langkah strategis untuk mempercepat penguatan layanan ini sekaligus mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Gorontalo,” ujar Anang.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap memperoleh pendampingan pengembangan layanan GEH, program visiting consultant, pelatihan endoskopi bagi dokter dan tenaga kesehatan, penyusunan roadmap layanan GEH, pengembangan SDM menuju tersedianya dokter spesialis GEH, serta kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, dan kegiatan ilmiah.
“Penguatan layanan GEH bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga investasi jangka panjang untuk membangun SDM kesehatan yang kompeten, memperkuat sistem rujukan, dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan spesialistik yang cepat, berkualitas, serta berkelanjutan di Gorontalo,” tambah Anang.
Melalui PGI Outreach 3, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo berharap terjalin kemitraan berkelanjutan antara PB PGI dan Pemerintah Provinsi Gorontalo sehingga layanan gastroenterohepatologi dapat berkembang secara bertahap dan memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih cepat, berkualitas, dan merata bagi masyarakat Gorontalo.
Rilis : ILB
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
