Peringati Hari Pendengaran, Dinkes Provinsi dan Perhati-KL Periksa Kesehatan Lansia

IMG-20240307-WA0052.jpg

Salah satu lansia yang diperiksa dokter spesialis THT.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama Organisasi Profesi Kesehatan Persatuan Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (Perhati-KL) Cabang Gorontalo dan Dinas Sosial Provinsi turut berpartisipasi dalam rangka puncak peringatan Hari Pendengaran Sedunia Tahun 2024, Kamis (07/03/2024) di Griya Lansia Jannati Provinsi Gorontalo.

Puncak peringatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia secara virtual bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan World Health Organization (WHO).” dengan tema Internasional Let’s make ear and hearing care a reality for all! dan tema nasional Ubah pola pikirmu, Mari peduli, Tuli dapat ditangani.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo diwakili Ketua Tim Kerja Usia Produktif dan Lansia Helen Kadir, saat diwawancarai tim Infokom.

“Kita tahu bersama bahwa pendengaran pada lansia itu memang sudah menurun karena mengikuti umur. Kami berharap pelayanan ini bisa membantu bagaimana lansia-lansia ini bisa tetap produktif dan tetap beraktivitas dengan terpenuhinya pancaindra berfungsi secara normal,” ucap Helen.

Kegiatan ini berkerjasama dengan Dinas Sosial yang menaungi Griya Lansia Jannati Provinsi Gorontalo. Selain itu, ungkap Helen para lansia yang berada di Griya Lansia ini adalah Lansia yang produktif dimana setiap pagi para lansia tersebut memiliki aktivitas masing-masing yang bisa menghasilkan kerajinan tangan dan beberapa macam produk telah dibuat.

Ketua Tim Kerja Usia Produkrtif dan Lansia Helen Kadir mewakili Kadis Kesehatan Provinsi memberikan sambutan.

“Kedepannya diharapan pelayanan seperti ini akan lebih berkembang lagi, jadi kita tadi sudah berbincang dengan ketua Perhati Provinsi Gorontalo, ternyata ada beberapa pelayanan juga yang bisa dilakukan seperti layanan gigi, mulut dan mata. Ini memang akan menjadi program kami kedepan untuk lebih aktif lagi berkerja sama dengan organisasi profesi sehingga program- program yang ditugaskan kepada Dinas Kesehatan Provinsi bisa terlaksana degan baik,” ujar Helen.

Ditempat yang sama, Ketua Perhati-KL Cabang Gorontalo Helen Marie Yuliana Nazaruddin mengatakan, kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan, pemeriksaan fisik umum, fisik THT dan pendengaran.

“Kami dari pihak Perhati- KL cabang Gorontalo maupun PGBKT, Komda (Komisi Daerah Penanggulangan Ketulian) Cabang Gorontalo itu berkelanjutan bukan hanya sekarang tapi itu selalu ada, namun ini karena ada moment world hearing day kami melakukan kegiatan ini. Tetap hal- hal seperti ini sudah sering kami lakukan,” ucap Helen.

Helen menjelaskan, ada lima penyakit yang membuat pendengaran terganggu yaitu tuli akibat usia lanjut, tuli karena infeksi biasanya karena infeksi telinga tengah kemudian kotoran telinga atau disebut serumen, bising lingkungan dan tuli dengan gangguan pendengaran tuli kongenital sejak dari bayi.

“Harapan saya dengan turun kelapangan untuk skrining dan melakukan pemeriksaan itu kita bisa deteksi dini dan bisa kita lakukan tindakan selanjutnya,” tandasnya.

Ikatan Dokter Indonesia dan Dokter Muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo turut terlibat dan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 17 Lansia. Selain memberikan pelayanan kesehatan, penyelenggara juga memberikan bingkisan.

Rilis : MD/Salsa
Videografer : ILB/Nadia
Foto : Novita
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + seventeen =

scroll to top
Bahasa »