Kota Gorontalo, Dinkesprov – Koperasi Serba Usaha Persatuan Ahli Gizi Indonesia (KSU Persagi) melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tutup buku tahun 2025, Sabtu (17/01/2026), bertempat di Sekretariat KSU Persagi yang berlokasi di Rumah Makan LA, Kota Gorontalo.
RAT tersebut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Ketua DPD Persagi Gorontalo, pengurus KSU Persagi, serta para anggota. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, dengan pengurus mengikuti secara langsung dan sebagian anggota lainnya bergabung melalui Zoom Meeting.
Dalam laporan pertanggungjawaban pengurus, Ketua KSU Persagi, Rais M. Wunani, menyampaikan bahwa hingga akhir tahun buku 2025 jumlah anggota KSU Persagi tercatat sebanyak 98 orang, terdiri dari 26 laki-laki dan 72 perempuan.
Rais menjelaskan, pengelolaan keuangan koperasi dilakukan dengan prinsip optimalisasi perputaran dana. KSU Persagi berupaya agar tidak ada dana tunai yang mengendap di bendahara. Setiap dana yang tersedia akan segera direalisasikan untuk pelayanan peminjaman anggota, kecuali pada bulan Desember yang tidak dilakukan pelayanan peminjaman.
“Prinsip kami adalah memastikan dana koperasi benar-benar berputar untuk kepentingan anggota, sehingga tidak ada dana yang mengendap tanpa dimanfaatkan,” ujar Rais.
Ia juga mengungkapkan capaian kinerja keuangan koperasi selama tahun 2025. Sisa Hasil Usaha (SHU) tercatat sebesar Rp104.092.000 dengan total pengeluaran sebesar Rp10.420.000. Sementara piutang anggota mencapai Rp448.605.556 dan total aset koperasi sebesar Rp551.625.759.
“Total aset tersebut meningkat sebesar 19,86 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp460.208.106,” ungkapnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Nurainsyah Kadir, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan RAT KSU Persagi. Menurutnya, KSU Persagi menjadi salah satu koperasi yang paling cepat melaksanakan RAT pada tahun ini.
“KSU Persagi merupakan salah satu koperasi yang tercepat melaksanakan RAT. Ini adalah koperasi kelima yang melaksanakan RAT tahun ini,” kata Nurainsyah.
Ia menekankan bahwa pelaksanaan RAT merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja pemerintahan daerah, khususnya terkait keberlangsungan koperasi.
“Masih banyak koperasi yang belum melaksanakan RAT tahun sebelumnya, kemungkinan dipengaruhi oleh Covid-19 yang menghambat roda kegiatan koperasi,” ujarnya.
Ke depan, Nurainsyah berharap seluruh anggota Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dapat mendorong anggotanya untuk bergabung dengan KSU Persagi. Selain itu, KSU Persagi diharapkan tidak hanya berfokus pada unit usaha simpan pinjam, tetapi juga mampu berekspansi ke unit usaha lainnya guna memperkuat kemandirian dan keberlanjutan koperasi.
Menutup kegiatan tersebut, Ketua KSU Persagi, Rais M. Wunani, menegaskan bahwa keanggotaan KSU Persagi bersifat terbuka.
“KSU Persagi tidak hanya menerima anggota dari kalangan ahli gizi, tetapi juga terbuka bagi tenaga kesehatan lainnya, bahkan masyarakat umum yang ingin bergabung dan berpartisipasi dalam pengembangan koperasi,” pungkasnya.
Rilis : MD/ILB
Foto : Andi
Editor : Nancy Pembengo
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
