Jamin Ketersediaan Obat dan Vaksin, Dinkes Provinsi Gorontalo Lakukan Distribusi Berkala

IMG-20251006-WA0007.jpg

Distribusi obat dan vaksin di Kabupaten Boalemo.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melalui Tim Kerja Kefarmasian, Alkes, dan PKRT melaksanakan kegiatan Distribusi Obat, Vaksin dan Perbekalan Kesehatan lainnya ke Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo.

Kegiatan distribusi ini rutin dilakukan setiap awal bulan ke Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota, sebelum kemudian masing-masing daerah mendistribusikan obat dan vaksin tersebut ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, terutama puskesmas di wilayah kerjanya.

Terdapat tiga aspek penting dalam proses distribusi obat, yakni ketersediaan dan aksesibilitas, penerapan standar, serta pengelolaan rantai dingin. Proses distribusi diawali dengan surat permintaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Berdasarkan surat tersebut, Instalasi Farmasi Provinsi Gorontalo melakukan pengeluaran obat dengan mempertimbangkan stok buffer agar ketersediaan di tingkat provinsi tetap aman.

“Proses distribusi ini dilakukan dengan tetap mengedepankan koordinasi dengan pengelola program dan pengelola farmasi Kabupaten/Kota. Realokasi dimungkinkan agar tidak ada stok obat yang ‘stuck’ di satu daerah sementara daerah lain membutuhkannya,” ungkap Dharmayanti Polapa, Ketua Tim Kerja Kefarmasian, Alkes dan PKRT Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Seluruh proses distribusi dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) baik di Instalasi Farmasi Provinsi maupun di tingkat Kabupaten/Kota untuk memastikan mutu obat tetap terjaga. Khusus untuk vaksin yang membutuhkan penanganan khusus, penerapan rantai dingin (cold chain) menjadi prioritas utama. Melalui prosedur validasi suhu, dipastikan vaksin tetap berada dalam suhu penyimpanan ideal, yakni 2–8°C untuk suhu dingin dan -25 hingga -10°C untuk suhu beku.

Selain distribusi, Tim Kerja Kefarmasian juga melakukan monitoring ketersediaan obat di instalasi farmasi Kabupaten/Kota guna memastikan pemenuhan 40 item obat indikator sebagai obat esensial dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

“Hasil monitoring menunjukkan ketersediaan obat di instalasi farmasi Kabupaten/Kota sejak awal tahun 2025 berangsur meningkat, dan sejak bulan Mei seluruh daerah telah mencapai lebih dari 80 persen melebihi target nasional sebesar 65 persen,” tambah Dharmayanti.

Melalui kegiatan distribusi dan pemantauan yang berkesinambungan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo memastikan ketersediaan, keterjangkauan, serta mutu obat dan vaksin di fasilitas pelayanan kesehatan tetap terjamin, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Gorontalo.

Rilis : Zhya/ILB
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − eight =

scroll to top
Bahasa »