Gusnar Ismail Tegaskan Penghargaan Pelayanan Kesehatan Harus Jadi Momentum Tingkatkan Kinerja

IMG-20260930-WA0048.jpg

Gubernur Gusnar Ismail didampingi Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa menyerahkan penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kepada perwakilan tenaga kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Afriyani Katili.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan penghargaan yang diterima Provinsi Gorontalo sebagai Provinsi Terbaik 1 pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan harus menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Gusnar saat diwawancarai Tim Informasi dan Komunikasi Publik (Infokom) usai kegiatan Silaturahmi Gubernur bersama jajaran kesehatan di Provinsi Gorontalo, Rabu (30/09/2026), di Hulondhalo Ballroom, Kota Gorontalo.

Menurut Gusnar, capaian tersebut tidak boleh dimaknai sebagai titik akhir. Penghargaan justru harus menjadi momentum untuk memastikan kinerja pelayanan kesehatan terus berjalan dan berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Itulah namanya kerja, kerja itu tidak bisa berhenti, jadi penghargaan sekarang untuk momentum sekarang, tapi pekerjaan akan datang akan terus berjalan. Nah itu kita persiapkan supaya kita juga bisa bekerja baik” kata Gusnar.

Gubernur juga menyoroti tantangan pemerataan akses pelayanan kesehatan, termasuk pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan, khususnya dokter umum dan dokter spesialis.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mempersiapkan pengembangan tenaga medis dengan mempertimbangkan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah tersebut dinilai penting agar penguatan sumber daya manusia berjalan seiring dengan arah pengembangan rumah sakit di daerah.

“Sekarang ini kan dokter-dokter umum sudah terbuka untuk pendidikan dokter disini, Pemerintah Provinsi di samping memperhatikan untuk dokter umum juga kita mempersiapkan dokter-dokter spesialis yang kita didik tapi sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Rumah sakit kita (RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, red) ini arahnya ke rumah sakit kanker jadi dokter spesialis yang berada di dalam ekosistem kanker itu yang menjadi prioritas untuk bisa dididik menjadi tenaga dokter spesialis” ujarnya.

Menurut Gusnar, pengembangan dokter spesialis menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di Gorontalo. Kebutuhan tenaga spesialis akan diarahkan pada layanan prioritas yang dikembangkan oleh rumah sakit, termasuk penguatan layanan kanker di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.

Dalam kegiatan tersebut, Gusnar didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa dan Sekretaris Dinas Jeane Istanti Dalie memberikan apresiasi kepada sejumlah pemerintah daerah, Posyandu, kader kesehatan, dan Puskesmas atas capaian mereka dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Pada Kategori Pengelola Program Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, penghargaan sebagai Terbaik Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo diberikan atas capaian pengelolaan program.

Sementara itu, pada kategori Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang Aktif Melaksanakan Pembinaan Posyandu dan Kader Posyandu Bidang Kesehatan, penghargaan Terbaik diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo.

Untuk kategori Posyandu Berprestasi, penghargaan diberikan kepada:

  1. Peringkat I: Posyandu Angkasa, Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango.
  2. Peringkat II: Posyandu Botumoito, Desa Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.
  3. Peringkat III: Posyandu Albi I, Desa Molingkapoto Selatan, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
  4. Peringkat IV: Posyandu Mawar, Desa Molas, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.
  5. Peringkat V: Posyandu Kutilang, Desa Sipayo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato.

Adapun kategori Kader Kesehatan Berprestasi menempatkan Ermin Nune Daud dari Posyandu Mekar, Desa Mutiara, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo sebagai Peringkat I.

Peringkat II diraih Lasriyani Suma dari Posyandu Anui, Desa Bulota, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Peringkat III diraih Nariman Uno dari Posyandu Albi I, Desa Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Selanjutnya, Nurlita dari Posyandu Kutilang, Desa Sipayo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato meraih Peringkat IV, sedangkan Sintia Damati dari Posyandu Flamboyan, Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango meraih Peringkat V.

Apresiasi juga diberikan kepada Puskesmas dengan capaian cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) tertinggi. Puskesmas Pilohayanga Kabupaten Gorontalo menempati peringkat pertama, disusul Puskesmas Dumboraya Kota Gorontalo sebagai terbaik kedua dan Puskesmas Botumoito Kabupaten Boalemo sebagai terbaik ketiga.

Rangkaian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya apresiasi terhadap kinerja tenaga kesehatan, kader, Posyandu, Puskesmas, dan pemerintah daerah dalam memperluas akses serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Rilis : ILB
Foto : Agus
Videografer : Aripin
Video Editor : Reza
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven + six =

scroll to top