Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo bersama jajaran kesehatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Tim Kesehatan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026, Rabu (17/6/2026), di halaman Public Safety Center (PSC 119) Kabupaten Gorontalo.
Apel dipimpin langsung oleh Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, dan diikuti seluruh tenaga kesehatan serta tenaga medis yang akan bertugas selama pelaksanaan PENAS XVII.
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi akhir bagi seluruh personel kesehatan sebelum puncak pelaksanaan PENAS. Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan seluruh layanan kesehatan telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan nasional yang akan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan telah dimulai sejak 15 Juni 2026 melalui pelaksanaan skrining kesehatan bagi peserta yang telah tiba di Gorontalo.
“Kita baru saja melaksanakan apel kesiapsiagaan dan konsolidasi tim kesehatan untuk pelayanan PENAS ke-17 di Provinsi Gorontalo. Alhamdulillah dari pemantauan kami selama ini persiapan teman-teman sudah sangat baik. Demikian juga semua tamu atau peserta yang sudah datang mendapatkan pelayanan screening,” ujar Anang.
Menurutnya, selama dua hari pelaksanaan skrining kesehatan belum ditemukan kendala maupun keluhan dari peserta terkait pelayanan yang diberikan.
“Sejauh ini belum ada keluhan terkait dengan pelayanan kesehatan. Mudah-mudahan ini akan berlangsung terus sampai dengan hari pelaksanaan dan penutupan,” tambahnya.
Anang mengungkapkan, tim kesehatan telah melakukan pemantauan sejak beberapa hari sebelum pembukaan kegiatan karena sebagian peserta datang lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Pelayanan kesehatan juga akan tetap disiagakan hingga seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing.
“Jadi 3 hari sebelum hari ini kita sudah melaksanakan kegiatan pemantauan karena tamu-tamu berdatangan di luar dari jadwal yang diperkirakan ada yang datang terlebih dahulu demikian juga pulangnya. Mungkin nanti akan ada tamu-tamu yang terlambat pulang karena fasilitas penerbangan ataupun lewat darat dan laut yang terbatas, maka pelayanan akan dilaksanakan sampai dengan seluruh peserta kembali ke tempat masing-masing,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anang berharap pelaksanaan PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 dapat berlangsung aman tanpa adanya insiden kesehatan yang serius. Ia juga memastikan kesiapan tujuh rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah ada 7 rumah sakit yang sudah disiapkan dan pada beberapa kali rapat alhamdulillah mereka sudah siap termasuk untuk layanan apabila ada kedatangan Presiden atau Wakil Presiden itu sudah disiapkan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan,” tutup Anang.
Selain apel kesiapsiagaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyematan kartu identitas (ID Card) kepada perwakilan petugas kesehatan serta penyerahan izin penggunaan frekuensi radio amatir yang akan digunakan sebagai sarana koordinasi dan komunikasi antara tim kesehatan dan panitia selama pelaksanaan PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026.
Dengan kesiapan personel, fasilitas kesehatan, sistem komunikasi, serta dukungan rumah sakit rujukan, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo optimistis pelayanan kesehatan selama PENAS XVII dapat berjalan optimal guna menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh peserta maupun tamu yang hadir di Gorontalo.
Rilis : ILB/Zhya
Foto : Gelar
Videografer : Andi
Video Editor : Reza
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
