Cerita Kecil dan Pertanyaan Sederhana di Kantor Kami

IMG-20260102-WA0008.jpg

Oleh: Anang S. Otoluwa

JIKA Anda sedang menyusuri Jalan Dua Susun (JDS) dari arah Universitas Negeri Gorontalo, sebelum kendaraan melambat di lampu merah, cobalah menoleh sejenak ke sisi kiri. Di sanalah kantor kami berdiri: Dinas Kesehatan Provinsi.

Tidak terlalu mencolok dari luar, kecuali satu hal yang sengaja kami hadirkan untuk “menghentikan” sejenak, mata dan hati.

Di dinding depan kantor, tepat di dekat pintu masuk, terbentang sebuah baliho besar. Kalimatnya sederhana, tapi menggugah:
“Sudahkah saya berinfak hari ini?”
Di bawahnya terpampang QRIS, tanda bahwa kebaikan, kini tak lagi menunggu dompet tebal atau waktu luang. Cukup satu ponsel, satu niat, dan satu sentuhan jempol.

Pesan itu tidak berhenti di sini. Di pinggir jalan, ia menyapa di tiga banner yang berderet di bawah pohon. Begitu juga saat Anda melangkah masuk ke lobby, atau ke ruangan-ruangan.
QRIS hadir dalam berbagai ukuran, seakan menyambut setiap orang yang datang: pegawai, tamu, atau siapa pun. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan ajakan yang halus. Jika hari ini kita sempat bekerja, bukankah kita juga bisa beramal? Jika saat ini kita bekerja untuk dunia, bukankah kita sekalian bekerja pula untuk akhirat?

Tiga minggu berjalan, sejak diluncurkan Gubernur (12 Desember 2025), gerakan berinfak untuk Gorontalo Islamic Center (GIC) ini mulai bercerita di kantor kami.

Dari besaran angka infak, terekam pola yang menarik. Ada yang memilih jalan paling sederhana: menyumbang seribu rupiah setiap hari. Ringan, nyaris tak terasa, dan tak perlu mengingat apa pun.

Ada yang menjadikan kalender sebagai pengingat kebaikan. Tanggal satu: seribu, tanggal dua: dua ribu, begitu seterusnya hingga akhir bulan. Seolah setiap lembar hari dibubuhi tanda, hari ini aku sudah berinfak.

Sebagian lainnya memberi makna pada hari-hari dalam sepekan. Senin sepuluh ribu, Selasa dua puluh ribu, Rabu dan Kamis mengikuti, lalu memuncak di Jum’at lima puluh ribu. Jum’at menjadi puncak, bukan semata karena jumlahnya, tetapi karena maknanya sebagai hari terbaik untuk berbagi.

Yang menarik, di belakang angka-angka infak itu, ditemukan jejak kebersamaan. Ada kode unik 031, angka yang diambil dari pelat nomor mobil dinas kami. Angka kecil, tapi memberi makna besar, bahwa gerakan ini lahir dari kebersamaan, milik bersama, dan ditujukan untuk kemaslahatan orang banyak.

Kreativitas pun terus tumbuh. Setiap hari, di group WA, ada saja yang mengirimkan hadis atau pesan tentang keutamaan infak. Bukan ceramah panjang, hanya pengingat singkat yang jatuh tepat di hati. Cukup untuk membuat kita berhenti sejenak, merenung, lalu kembali menguatkan niat.

Dari JDS yang ramai kendaraan, hingga lorong-lorong kantor yang sibuk oleh pekerjaan, infak menemukan ruangnya sendiri. Ia tidak hadir sebagai beban, melainkan sebagai kebiasaan. Tidak perlu menunggu kaya, tidak harus menunggu lapang. Tidak peduli tanggal muda maupun tanggal tua. Ia hadir setiap hari, dalam jumlah kecil, tapi dengan konsistensi yang besar.

Dan mungkin, suatu hari nanti, ketika Gorontalo Islamic Center berdiri megah, kita akan ingat bahwa bangunan itu bukan hanya disusun oleh beton dan besi. Tetapi oleh ribuan cerita kecil, dan tentang orang-orang yang menjawab satu pertanyaan sederhana di dinding kantor kami:
“Sudahkah saya berinfak hari ini?”

Karena itu teman, jangan berhenti berbuat baik hanya karena tahun 2025 telah berakhir. Terus lahirkan cerita kecil dan jawab pertanyaan sederhana di kantor Kami. Semoga Allah SWT meridhoi.(*)

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 12 =

scroll to top
Bahasa »