Jejak Pengabdian Om Utam: 19 Tahun Mengabdi dengan Ketulusan

IMG-20260529-WA0025.jpg

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Tanggal 1 Juni 2026 menjadi penanda akhir masa tugas sekaligus awal babak baru bagi Zamir Abdussamad, atau yang akrab disapa Om Utam. Setelah 19 tahun 4 bulan mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Om Utam resmi memasuki masa purnabakti dengan jabatan terakhir sebagai Pengadministrasi Perkantoran pada Sekretariat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo.

Perjalanan pengabdiannya bermula ketika organisasi perangkat daerah tersebut masih bernama Dinas Kesehatan dan Sosial. Bahkan jauh sebelum diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil, Om Utam telah mengabdikan dirinya sebagai tenaga honorer sejak awal terbentuknya Provinsi Gorontalo. Dengan penuh kesabaran dan dedikasi, ia menjalani berbagai tugas dan tanggung jawab yang diberikan, sembari terus menunjukkan komitmen dan loyalitasnya terhadap organisasi.

Pengabdian tersebut kemudian berbuah kepercayaan. Pada tahun 2007, Om Utam menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), menandai babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai aparatur negara. Sejak saat itu, ia terus mengabdikan diri di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo hingga memasuki masa purnatugaspada 1 Juni 2026.

Seiring transformasi kelembagaan dari Dinas Kesehatan dan Sosial menjadi Dinas Kesehatan, hingga kemudian bertransformasi menjadi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Om Utam tetap setia menjadi bagian dari setiap babak perubahan tersebut. Ia tidak hanya menyaksikan perjalanan organisasi dari dalam, tetapi juga turut berkontribusi menjaga keberlangsungan pelayanan dan administrasi di setiap fase perkembangan institusi.

Dalam rentang pengabdiannya, Om Utam telah melewati delapan periode kepemimpinan Kepala Dinas. Pergantian pimpinan, perubahan kebijakan, hingga dinamika birokrasi yang terus berkembang tidak pernah mengurangi loyalitas dan komitmennya terhadap pekerjaan. Di setiap masa kepemimpinan, ia tetap menjadi sosok yang dapat diandalkan, menjaga kesinambungan pelayanan dan mendukung kelancaran tugas-tugas organisasi dengan penuh tanggung jawab.

Sederhana, Ramah, dan Rendah Hati

Mereka yang mengenal Om Utam akan menyebut satu kata yang sama: tulus. Selama hampir dua dekade, ia dikenal sebagai sosok yang sederhana, ramah, dan jauh dari keangkuhan. Tutur katanya lembut, sikapnya hangat, dan setiap tugas ia jalani bukan sebagai beban, melainkan sebagai bentuk syukur.

Baginya, pekerjaan bukan sekadar rutinitas yang harus diselesaikan. Pekerjaan adalah pengabdian, sesuatu yang harus dijalani dengan sepenuh hati, tanpa perhitungan, dan tanpa pamrih.

Pilar di Balik Layar Organisasi

Jabatan Om Utam mungkin tidak selalu tampak menonjol di permukaan. Namun justru di situlah letak pentingnya. Ia dipercaya menjalankan berbagai fungsi vital: dari staf administrasi yang memastikan tata kelola berjalan rapi, sopir pimpinan yang menjaga mobilitas dinas, hingga sekretaris pribadi yang menjadi andalan kepercayaan.

Kehadirannya adalah jaminan bahwa roda pelayanan dan administrasi di lingkungan dinas berputar dengan baik. Ia adalah satu dari banyak penjaga sistem yang bekerja tanpa sorotan, tetapi tak tergantikan.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh mereka yang berdiri di panggung utama, tetapi juga oleh orang-orang yang dengan tekun menjaga fondasi dari balik layar.

Karaoke: Pelabuhan Setelah Lelah

Di tengah rutinitas dan tanggung jawab yang ia emban, Om Utam punya cara sederhana untuk menjaga semangat tetap menyala. Karaoke. Hobinya bernyanyi bukan sekadar hiburan, melainkan sarana memulihkan diri — melepas penat agar esok hari ia bisa kembali hadir dengan penuh energi.

Bagi rekan-rekannya, momen karaoke bersama Om Utam selalu menghadirkan kehangatan dan kebersamaan yang sulit dilupakan. Suaranya merdu selalu diselingi tawa dan keceriaan yang ia bawa mampu mencairkan suasana.

Nilai yang Ia Tinggalkan

Sembilan belas tahun adalah waktu yang panjang. Namun bagi Om Utam, setiap hari di dalamnya ia jalani seolah hari pertama dengan niat yang sama, dengan integritas yang tak pernah goyah.

Bagi generasi muda yang akan meneruskan tongkat estafet pengabdian, Om Utam meninggalkan pesan yang sederhana namun mengakar dalam: terus berusaha, selalu bersyukur, dan jalankan pekerjaan sebaik-baiknya tanpa meninggalkan integritas. Bukan sekadar kata-kata itu adalah potret hidupnya selama hampir dua dekade.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi Om Utam selama mengabdi kepada negara, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Pengabdian beliau merupakan contoh nyata loyalitas dan tanggung jawab seorang ASN. Atas nama keluarga besar Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini,” ujar Anang.

Purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan penutup indah dari perjalanan panjang yang penuh ketulusan. Nama Om Utam akan selalu menjadi bagian dari cerita dan perjalanan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.

Rilis : Tim Kerja Informasi dan Komunikasi Publik

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + fifteen =

scroll to top
Bahasa »