Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo melaksanakan Rapat Pencapaian Kinerja Penyehatan Lingkungan yang berlangsung di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Kamis (21/05/2026). Dengan tema Monitoring Evaluasi Program sebagai Penguatan Sinergi dan Inovasi Penyehatan Lingkungan Menuju Gorontalo Sehat dan Berkelanjutan diharapkan memperkuat evaluasi, koordinasi, dan sinkronisasi program kesehatan lingkungan di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.
Kegiatan tersebut dihadiri narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, jajaran fungsional kesehatan lingkungan, serta petugas sanitasi puskesmas se-Provinsi Gorontalo yang mengikuti secara luring maupun daring.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, dalam kesempatan itu diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Erni Nurain Mansur. Dalam sambutannya, Erni menegaskan bahwa kesehatan lingkungan merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan upaya promotif dan preventif sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan yang sehat. Karena itu, isu sanitasi, kualitas air minum, pengelolaan limbah, pengamanan pangan, hingga pengendalian vektor penyakit menjadi bagian penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional.
“Pelaksanaan program kesehatan lingkungan bukan sekadar memenuhi indikator administrasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Erni.
Dalam forum tersebut, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo juga memaparkan hasil monitoring dan evaluasi Triwulan I Tahun 2026 yang menunjukkan masih adanya sejumlah tantangan serius di bidang kesehatan lingkungan. Seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo tercatat masih berada pada kategori belum mencapai untuk indikator Kabupaten/Kota Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) serta indikator kualitas air minum yang memenuhi syarat.
Selain itu, angka rumah tangga yang masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di beberapa daerah dinilai masih cukup tinggi. Kabupaten Gorontalo tercatat sebesar 12,86 persen, Kota Gorontalo 12,43 persen, Kabupaten Pohuwato 10,84 persen, sementara Kabupaten Boalemo dan Bone Bolango masih berada di atas angka 7 persen.
Dinkes P2KB juga menyoroti kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan yang terjadi di beberapa wilayah, yakni dua kejadian di Kabupaten Gorontalo, masing-masing satu kejadian di Gorontalo Utara dan Kota Gorontalo. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan pengawasan keamanan pangan di tingkat daerah.
Meski demikian, sejumlah capaian positif turut mendapat apresiasi. Kabupaten Bone Bolango berhasil mencapai perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebesar 89,73 persen, disusul Kota Gorontalo 84,17 persen dan Kabupaten Boalemo 77,71 persen. Sementara itu, Kabupaten Gorontalo Utara mencapai 98,58 persen pada indikator pengelolaan air minum dan pangan rumah tangga.
Pada indikator fasilitas kesehatan memenuhi syarat kesehatan lingkungan, Kabupaten Gorontalo mencapai 73 persen dan Kabupaten Boalemo sebesar 62 persen, keduanya melampaui target minimal 50 persen yang ditetapkan.
Menutup sambutannya, Erni Nurain Mansur menekankan bahwa tantangan kesehatan lingkungan saat ini semakin kompleks, tidak hanya terkait sanitasi dasar tetapi juga dampak perubahan iklim dan meningkatnya pencemaran lingkungan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat kualitas surveilans kesehatan lingkungan, validitas data, intervensi perubahan perilaku masyarakat, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan inovasi daerah.
Ia berharap forum tersebut menjadi ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif untuk membahas kondisi riil di lapangan, berbagai hambatan, sekaligus berbagi praktik baik antar daerah.
“Keberhasilan program kesehatan lingkungan tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah provinsi atau kabupaten/kota semata. Diperlukan keterlibatan seluruh pihak, termasuk puskesmas, pemerintah desa, sekolah, tokoh masyarakat, dan masyarakat itu sendiri. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dan sinergi dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo,” pungkas Erni.
Rilis : ILB
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
