Capaian Penemuan Kasus TBC 54 Persen, Dinkes Provinsi Gorontalo Lakukan Evaluasi Program

IMG-20251007-WA0023.jpg

Evaluasi Program Pengendalian Tuberkulosis (TBC) dilaksanakan secara daring.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Evaluasi Program Pengendalian Tuberkulosis (TBC), Senin (06/10/2025) secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), Jeane Istanti Dalie, bersama Pengelola Program TBC Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Peserta kegiatan meliputi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Kepala Bidang P2P Kabupaten/Kota, Pengelola Program TBC Kabupaten/Kota, Kepala Puskesmas se-Provinsi Gorontalo, serta Pengelola Program TBC di Puskesmas.

Dalam evaluasi tersebut, dibahas berbagai hal penting terkait pelaksanaan program pengendalian TBC di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo. Berdasarkan data capaian Januari hingga September 2025, penemuan kasus TBC di tingkat provinsi baru mencapai 54 persen dari target nasional sebesar 90 persen.

Capaian penemuan kasus TBC di Provinsi Gorontalo masih tergolong rendah di sebagian besar Kabupaten/Kota. Kabupaten Boalemo mencatat penemuan 406 kasus dari target 868 kasus (47%), Kabupaten Gorontalo 1.177 dari 2.310 kasus (51%), Kabupaten Pohuwato 391 dari 834 kasus (47%), Kabupaten Bone Bolango 578 dari 939 kasus (62%), Kabupaten Gorontalo Utara 323 dari 749 kasus (43%), dan Kota Gorontalo 868 dari 1.233 kasus (70%). Secara keseluruhan, dari total target 6.933 kasus, baru 3.743 kasus yang berhasil ditemukan hingga akhir September 2025.

Selain indikator penemuan kasus, capaian keberhasilan pengobatan pasien TBC kohort tahun 2024 juga menjadi bahan evaluasi. Dari total 4.551 kasus yang diobati, terdapat 3.946 kasus (87%) yang dinyatakan sembuh dan pengobatannya lengkap. Kota Gorontalo dengan capaian tertinggi pertama yaitu 90%, diikuti Kabupaten Gorontalo mencatat capaian tertinggi kedua dengan 89%, Boalemo 88%, Gorontalo Utara 87% dan Bone Bolango sebesar 85%. Sementara capaian terendah berada di Kabupaten Pohuwato sebesar 73%. Meski belum mencapai target nasional ≥90%, angka ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja layanan pengobatan dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Jeane Istanti Dalie, dalam arahannya menyampaikan bahwa evaluasi ini merupakan langkah penting untuk memperbaiki strategi pelaksanaan program TBC di seluruh tingkatan layanan.

“Kita perlu memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, dan lintas sektor agar upaya penemuan dan pengobatan kasus TBC berjalan optimal. Masih ada gap yang cukup besar terhadap target nasional, sehingga dibutuhkan komitmen bersama untuk mempercepat pencapaian eliminasi TBC di daerah,” ujar Jeane.

Selain itu, kegiatan ini juga menyoroti realisasi anggaran program TBC yang masih tergolong rendah. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan kegiatan di lapangan agar target program dapat tercapai sesuai rencana kerja.

Dalam kesempatan tersebut, juga disepakati jadwal pelaksanaan skrining TBC di setiap puskesmas dan desa, sebagai langkah konkret untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus dan memperkuat komitmen lintas sektor dalam upaya eliminasi TBC di Provinsi Gorontalo.

Melalui kegiatan evaluasi ini, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo berharap dapat memperkuat koordinasi antar tingkat layanan, memperbaiki strategi pelaksanaan program, serta mempercepat pencapaian target eliminasi TBC tahun 2030 di Provinsi Gorontalo.

Rilis : Ihwan/ILB
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 + eight =

scroll to top
Bahasa »