Kadinkes Anang Otoluwa Tinjau Klinik Lapas Kelas II Gorontalo dalam Upaya Penguatan Program TBC

IMG-20250709-WA0020.jpg

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa menyerahan Logistik Masker.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dalam rangka memperkuat pelaksanaan Program Pengendalian Tuberkulosis (TBC), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, bersama Tim Kerja TBC Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, melakukan kunjungan kerja ke Klinik Lapas Kelas II Gorontalo, yang berlokasi di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, pada Rabu, (09/07/2025).

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan teknis dan supervisi terhadap layanan kesehatan di lingkungan lembaga pemasyarakatan, khususnya dalam pelaksanaan program TBC. Berdasarkan Permenkes Nomor 9 Tahun 2014, setiap klinik memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan yang efektif, aman, bermutu dan non-diskriminatif. Di sisi lain, Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC mewajibkan setiap fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan kasus tuberkulosis secara terpadu melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

Lebih lanjut, Surat Edaran Dirjen Yankes Nomor HK.02.02/I/2270/2022 juga menegaskan kewajiban setiap klinik dan dokter praktik mandiri untuk melakukan registrasi fasilitas pelayanan kesehatan serta pelaporan penanganan TBC secara rutin melalui SITB.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Dinas Kesehatan diterima langsung oleh Kepala Lapas, Penanggung Jawab Klinik, serta Petugas Penanggung Jawab Program TBC di Lapas.

Sejumlah aspek penting menjadi fokus peninjauan, di antaranya:

  • Alur pelayanan pasien TBC di klinik
  • Ketersediaan logistik TBC seperti masker, obat anti tuberkulosis (OAT), terapi pencegahan tuberkulosis (TPT), dan pot dahak.
  • Kualitas pencatatan dan pelaporan di buku register TBC serta SITB
  • Prosedur skrining aktif TBC pada kelompok risiko tinggi
  • Edukasi dan konseling kepada pasien TBC

Selain itu, dilakukan pula diskusi terbuka terkait kendala-kendala yang dihadapi di lapangan, antara lain keterbatasan sumber daya manusia dan logistik, tantangan dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan, serta kendala koordinasi rujukan ke fasilitas kesehatan rujukan.

Kadinkes Anang, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para tenaga kesehatan di Klinik Lapas Kelas II Gorontalo yang telah berkomitmen tinggi dalam menjalankan Program TBC. Klinik ini tercatat sebagai penyumbang penemuan kasus TBC terbanyak dibandingkan klinik lainnya di Provinsi Gorontalo.

“Pelaksanaan program TBC di Klinik Lapas ini sangat strategis karena menyasar kelompok risiko tinggi. Oleh karena itu, dukungan teknis, logistik, dan pelaporan yang baik harus terus diperkuat agar capaian eliminasi TBC nasional dapat kita wujudkan,” ujar Anang.

Melalui kunjungan ini, diharapkan seluruh pihak terkait semakin termotivasi untuk terus meningkatkan mutu layanan dan pelaporan TBC, sebagai bagian dari komitmen bersama mewujudkan masyarakat Gorontalo yang sehat, bebas dari TBC.

Rilis : Ihwan/ILB
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + twenty =

scroll to top
Bahasa »