Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo bersinergi dalam upaya memperkuat pelaksanaan Program Pengendalian Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Gorontalo. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kunjungan ke sejumlah klinik swasta pada Selasa, (17/06/2025). Klinik yang dikunjungi meliputi Klinik Karisma di Kecamatan Telaga Biru, Klinik Izimut di Kecamatan Isimu dan Klinik Yulia di Kecamatan Boliyohuto.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari regulasi yang berlaku. Berdasarkan Permenkes Nomor 9 Tahun 2014 tentang Klinik, setiap klinik wajib memberikan pelayanan yang efektif, aman, bermutu dan non-diskriminatif, dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai standar profesi dan pelayanan. Lebih lanjut, Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis secara tegas menyatakan bahwa setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang menemukan kasus TBC wajib melaporkannya.
“Penanggulangan Tuberkulosis mewajibkan setiap fasilitas pelayanan kesehatan melakukan pencatatan dan pelaporan kasus tuberkulosis yang ditemukan dan diobati secara terpadu dan terintegrasi melalui sistem informasi tuberkulosis (SITB),” tegas Anang.
Ia juga menambahkan bahwa hal ini diperkuat dengan Surat Edaran Dirjen Yankes No. HK.02.02/1/2270/2022 Tahun 2022, yang mewajibkan klinik dan dokter praktik mandiri untuk melakukan registrasi fasilitas pelayanan kesehatan dan pelaporan penanganan TBC melalui SITB.
“Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk meninjau langsung pelaksanaan program TBC, memberikan pendampingan teknis, serta memastikan ketersediaan layanan deteksi dini, pengobatan, dan pelaporan kasus TBC sesuai dengan pedoman nasional,” kata Anang.
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan peninjauan terhadap beberapa aspek krusial, antara lain :
- Alur pelayanan pasien TBC di klinik.
- Ketersediaan logistik TBC (obat, BCF, alat pemeriksaan dahak).
- Kualitas pencatatan dan pelaporan di buku register TBC serta SITB (Sistem Informasi Tuberkulosis).
- Prosedur skrining aktif TBC pada kelompok risiko tinggi.
- Edukasi dan konseling kepada pasien TBC.
Selain itu, dilakukan diskusi mendalam mengenai tantangan yang dihadapi petugas di lapangan, seperti keterbatasan sumber daya, kepatuhan pasien dalam minum obat, serta koordinasi rujukan kasus ke fasilitas layanan rujukan. Tim juga memberikan masukan perbaikan yang konstruktif dan menyampaikan apresiasi atas komitmen tenaga kesehatan dalam menjalankan program penting ini demi kesehatan masyarakat Gorontalo.
Rilis : Ihwan/ILB
Editor : Nancy Pembengo/MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
