Kota Gorontalo, Dinkesprov – Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmen serius dalam upaya eliminasi AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, memaparkan gambaran situasi terkini ketiga penyakit tersebut di Gorontalo, sekaligus menguraikan agenda pencapaian eliminasi ATM pada tahun 2023. Paparan ini disampaikan dalam Workshop Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, Malaria (PTI ATM) dan Kebijakan Nasional Terkait, Rabu (11/06/2025) yang berlangsung di Hotel Grand Q Kota Gorontalo.
Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Bapppeda Provinsi Gorontalo dan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES). Anang menekankan bahwa HIV/AIDS, TBC, dan Malaria merupakan isu kesehatan global yang membutuhkan perhatian ekstra. Tingginya angka kesakitan dan kematian akibat ketiga penyakit ini, baik di Indonesia maupun di Provinsi Gorontalo, tidak hanya berdampak pada kualitas hidup masyarakat, tetapi juga membebani pembiayaan kesehatan yang signifikan.
Pada kesempatan itu, Anang menegaskan bahwa penanganan kasus ATM tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata. Diperlukan komitmen kuat dan peran aktif dari seluruh jajaran pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah. Ini mencakup implementasi program pencegahan dan pengendalian yang efektif melalui kebijakan politik integratif dan kolaboratif, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Penanggulangan masalah kesehatan, termasuk ketiga penyakit ini, tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan, tetapi harus melibatkan lintas sektor terkait, termasuk masyarakat,” ujar Anang.
Anang menekankan pentingnya sinergi antara berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi non-pemerintah, dan partisipasi aktif dari komunitas dalam menekan laju penyebaran dan dampak ATM.
Upaya penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria sendiri telah menjadi fokus utama program kesehatan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen untuk mencapai eliminasi ATM telah menjadi prioritas dalam agenda pembangunan kesehatan daerah.
Workshop ini dihadiri oleh beragam perwakilan dari tingkat provinsi, kota, dan kabupaten. Di antara mereka adalah Adinkes, Bapppeda, Dinas Kesehatan, para pengelola program HIV/AIDS, TBC, dan Malaria. Dinas PPPA, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Dinas PMD, Dinas PUPR Perkim, Supportif Staff Project SOPHI, perwakilan RSUD dr. Ainun Habibie, dan Komisi Penanggulangan AIDS turut hadir, menunjukkan spektrum luas pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya ini.
“Kami harapkan melalui workshop ini, strategi penanggulangan ATM di Provinsi Gorontalo dapat semakin terintegrasi dan efektif, membawa Gorontalo selangkah lebih dekat menuju eliminasi ketiga penyakit tersebut” pungkas Anang.
Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
