Transformasi Layanan Kesehatan Ditentukan oleh Kualitas SDM

IMG-20230614-WA0019-e1686727282550.jpg

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya menginginkan ada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan. Hal itu berkaitan dengan prioritas pembangunan daerah yang harus dilaksanakan hingga akhir masa jabatan.

Demikian disampaikan Penjagub Ismail saat memberikan arahan sekaligus membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) yang di laksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Rabu, (14/06/2023) di Aston Hotel Kota Gorontalo.
Penjagub Ismail menganggap tema dari rapat tersebut sangat penting karena ada beberapa indikator kinerja yang harus dicapai baik di pemerintahan Provinsi, Kabupaten/Kota juga secara nasional.

Dikatakannya, RPJMN akan berakhir tahun 2024, sehingga tersisa tahun ini dan tahun depan untuk mencapai target sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Adapun untuk RPJMD Provinsi Gorontalo sudah berakhir karena masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur definitif itu sudah berakhir di tahun 2021 – 2022.

“Mohon maaf, penjabat Gubernur itu tidak punya indikator, tidak punya RPJMD yang ada adalah rencana pembangunan daerah,” ungkap Penjagub.
Selanjutnya, di rencana pembangunan daerah 2023-2026 ada 7 prioritas daerah yang sudah disusun oleh Provinsi Gorontalo yaitu oleh penjabat Gubernur yang sebelumnya.

Lebih lanjut Ismail Pakaya menerangkan yang pertama adalah peningkatan ekonomi, pengembangan wilayah, peningkatan kebudayaan, peningkatan infrastruktur, peningkatan lingkungan hidup, peningkatan tata kelola dan yang hari ini berkaitan dengan Raker Kesehatan Daerah adalah peningkatan sumber daya manusia termasuk di dalamnya ada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang baik sangat ditentukan dari bagaimana kualitas petugas kesehatan. Meskipun didukung dengan sarana prasarana yang baik tapi sumberdaya manusianya tidak baik maka semuanya akan jadi tidak baik.

“Kalau sarana prasarananya baik manusianya tidak baik jadi tidak baik semuanya,” ungkapnya.

Hal ini diungkapkannya setelah mendapati banyak keluhan terkait kualitas pelayanan di Puskesmas maupun di Rumah Sakit yang kurang. Tidak hanya itu, Ismail juga menceritakan pengalamannya mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kadang-kadang ada dokter ahli kalah sama mantri, di Gorontalo dokter ahli gigi sama mantri gigi lebih banyak sama mantri gigi,” imbuhnya.

Untuk itu Penjagub Gorontalo mengatakan, hal seperti itu harus secepatnya dilakukan perbaikan. Indikator yang dibuat untuk rencana pembangunan daerah provinsi Gorontalo adalah peningkatan sumber daya manusia bukan sarana prasarana.

“Namanya pelayanan canggih tapi kalau orangnya tidak canggih itu tidak canggih karena semuanya adalah tergantung layanan SDM yang melakukan layanan dan hasil akhir ditentukan oleh konsumen bukan oleh peralatan bukan oleh bangunan-bangunan. Iya, alat iya tapi lebih besar ditentukan oleh SDM,” pungkas Ismail.

Oleh karena itu menurut Ismail, percepatan implementasi transformasi kesehatan bisa terwujud kalau dilakukan dengan baik, sungguh-sungguh dan ikhlas.

Usai membuka acara tersebut yang ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Gorontalo yaitu Polopalo, Penjagub kemudian mengunjungi display pemberian makanan tambahan (PMT) lokal dan Banner Inovasi Program Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota juga Rumah Sakit.

Rilis : ILB/Arman
Videografer : Reza/AIS
Foto : SIRB
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 18 =

scroll to top
Bahasa »