128 Kader dan PKK Wilayah Kerja Puskesmas Kabila Dilatih Penyiapan PMT Pangan Lokal

IMG-20250523-WA0008.jpg

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa melihat PMT berbahan pangan lokal.

Kabupaten Bone Bolango, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, memberikan penguatan pada pembekalan dan penyiapan pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi bayi/balita, ibu hamil KEK (Kurang Energi Kronis), dan ibu hamil berisiko di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at (23/05/2025) di Banthayo Li Mbui, Kecamatan Kabila.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pelaksana di lapangan dalam menyediakan dan mendistribusikan PMT yang efektif, memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia. Sebanyak 128 peserta antusias mengikuti pembekalan ini. Mereka terdiri dari kader yang berasal dari tujuh desa dan enam kelurahan di wilayah Kabila, Ketua PKK Desa/Kelurahan, PKK Kecamatan, PKK Kabupaten, serta petugas gizi dan bidan desa.

Dalam paparannya, Kadinkes Anang S. Otoluwa menekankan pentingnya peran kader kesehatan, PKK dan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah gizi di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal merupakan salah satu strategi efektif untuk meningkatkan status gizi kelompok rentan, seperti bayi/balita dan ibu hamil.

“Kader kesehatan adalah ujung tombak dalam pelaksanaan program ini. Dengan pemahaman yang baik mengenai jenis pangan lokal yang bergizi dan cara pengolahannya, kita dapat memastikan bahwa makanan tambahan yang diberikan benar-benar bermanfaat,” ujar Anang.

Pembekalan ini meliputi materi tentang identifikasi pangan lokal yang memiliki kandungan gizi tinggi, teknik pengolahan yang tepat agar nutrisinya tidak hilang, serta cara penyajian makanan tambahan yang menarik dan mudah diterima oleh sasaran. Para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang bayi/balita dan tanda-tanda kekurangan gizi pada ibu hamil.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader kesehatan desa dalam mengimplementasikan program pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal secara optimal.

“Kami berharap dengan pelatihan ini akan berdampak pada angka stunting dan masalah gizi lainnya di wilayah kerja Puskesmas Kabila dapat ditekan secara signifikan, demi terwujudnya masyarakat Gorontalo yang sehat dan berkualitas,” kata Anang.

Data Puskesmas Kabila menunjukkan jumlah stunting sebanyak 49 anak, Gizi Kurang 47 anak, Gizi Buruk 2 orang dan Ibu Hamil KEK berjumlah 25 orang.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 4 =

scroll to top
Bahasa »