Kadinkes Provinsi Gorontalo Dorong Fasyankes TBC RO Yang Ditunjuk Segera Aktifkan Layanan

IMG-20220620-WA0000.jpg

Visitasi Kadinkes Provinsi Gorontalo dr. Yana Yanti Suleman, SH., pada Pelayanan TBC Resisten Obat di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango.

Kabupaten Bone Bolango, Dinkesprov – Tatalaksana Penangulangan Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 2009. Seiring dengan perkembangannya, jumlah kasus TBC RO yang ditemukan semakin meningkat dan tantangan yang dihadapi juga semakin komplek.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH., mengungkapkan Data Nasional TBC RO sejak tahun 2019 tercatat sebanyak 11.463 kasus terkonfirmasi TBC RO dan 48% diantaranya (5.531 kasus) telah diobati. Tahun 2020 dari 7.954 kasus terkonfirmasi TBC RO, sebanyak 56% (4.425 kasus) masuk dalam pengobatan.

“Dari data-data tersebut, diketahui adanya kesenjangan yang cukup tinggi antara kasus yang terkonfirmasi TBC RO dengan kasus yang diobati. Hal tersebut dapat disebabkan berbagai hal, diantaranya yaitu pasien menolak diobati, pasien tidak kembali setelah terdiagnosis dan juga kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan karena belum seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia memiliki fasyankes TBC RO”, ungkap dr. Yana disela-sela visitasi pada Pelayanan TBC Resisten Obat di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango, Jum’at (17/06/2022).

Dalam mendukung layanan bagi penderita TBC RO, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07 / MENKES / 350/2017 tentang Rumah Sakit dan Balai Kesehatan Pelaksana Layanan TBC RO.

“Dengan Keputusan Menteri Kesehatan ini diharapkan setiap Kabupaten dan Kota mempunyai 1 (satu) unit layanan TBC RO, dan visitasi yang kami lakukan hari ini di RSUD Toto Kabila untuk memastikan layanan bagi pasien TB RO dapat dilayani sesuai standar”, ucapnya.

Dalam rangka mendukung Eliminasi TBC 2030 Kadinkes juga mendorong fasyankes TBC RO yang belum akif untuk segera membuka layanan dan memanfaatkan Mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai alat diagnosis utama pasien TBC.

“Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mentoring klinis TBC RO yang rutin dilaksanakan setiap triwulan yang bertujuan untuk menyiapkan fasyankes TBC RO yang belum aktif untuk dapat membuka layanan”, pungkasnya.

Tim mentoring yang melakukan kunjungan saat itu yakni Tim Ahli Klinis (TAK) TBC RO, dr. Johannes Kevin Sinambela M.Ked (Paru) Sp.P, Kabid P2P, Pengelola Program TBC Dinas Kesehatan Provinsi serta Kabid P2P dan Kasie P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango. Selain meninjau langsung Layanan TBC RO Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo juga memberikan bantuan berupa logistik yakni Masker N95, Masker Bedah, Pot Sputum dan Standing Banner untuk mendukung pelayanan TBC RO di RSUD Toto Kabila

Rilis : MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − thirteen =

scroll to top