Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Hampir sembilan dari sepuluh persalinan normal di Provinsi Gorontalo berlangsung di fasilitas kesehatan, dengan rumah sakit menjadi tempat persalinan terbanyak. Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo mencatat 65,48 persen persalinan normal berlangsung di rumah sakit pemerintah maupun swasta, sementara 23,76 persen dilakukan di puskesmas.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, Senin (05/10/2026), mengatakan tingginya proporsi persalinan di fasilitas kesehatan perlu diikuti dengan penguatan mutu pelayanan, kesiapan tenaga kesehatan, serta sistem rujukan yang mampu merespons kondisi kegawatdaruratan ibu dan bayi.
“Setiap persalinan harus dipastikan berlangsung di fasilitas kesehatan dengan pelayanan yang aman dan sesuai standar. Kita ingin setiap komplikasi dapat dikenali sedini mungkin dan ditangani tanpa kehilangan waktu yang sangat berharga,” kata Anang.
Menurut Anang, keselamatan ibu tidak hanya ditentukan pada saat persalinan. Pemeriksaan kehamilan, deteksi faktor risiko, kesiapan persalinan, hingga kecepatan mendapatkan pertolongan ketika terjadi komplikasi merupakan rangkaian yang harus berjalan secara terpadu.
Hal tersebut menjadi penting mengingat analisis surveilans Dinkes P2KB mencatat 32 kasus kematian ibu. Dari jumlah tersebut, penyebab langsung obstetrik mencakup 13 kasus hipertensi dalam kehamilan atau 40,6 persen dan 8 kasus perdarahan obstetrik atau 25 persen.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Ibu, Saswaty Niati, mengatakan salah satu kunci pencegahan adalah memastikan ibu hamil tidak menunggu sampai muncul komplikasi untuk mendapatkan pertolongan.
“Ibu hamil perlu mengetahui kondisi kehamilannya sejak awal dan melakukan pemeriksaan secara rutin. Bila ditemukan faktor risiko, tenaga kesehatan dapat menyiapkan penanganan maupun rujukan lebih cepat,” ujar Tity sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, hipertensi dalam kehamilan menjadi perhatian khusus karena kasus eklamsia dan impending eklamsia tercatat dalam analisis kematian ibu di Gorontalo. Karena itu, skrining hipertensi sejak pemeriksaan antenatal pertama menjadi salah satu langkah yang direkomendasikan untuk memperkuat pencegahan.
Selain deteksi dini, penguatan sistem rujukan juga dinilai krusial. Analisis tersebut mencatat tiga kasus kematian terjadi saat proses rujukan atau Death on Arrival (DOA), yang menunjukkan pentingnya respons cepat ketika ibu membutuhkan penanganan di tingkat layanan yang lebih tinggi.
Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo mendorong pelayanan kesehatan ibu yang berkesinambungan, mulai dari pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko, persiapan persalinan di fasilitas kesehatan, hingga rujukan kegawatdaruratan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memastikan bahwa setiap ibu memiliki peluang lebih besar untuk menjalani persalinan dengan aman dan setiap komplikasi dapat ditangani sedini mungkin.
Rilis : ILB
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
